Selasa | 21 Januari 2020 |
×

Pencarian

AOK

Pengaruh Cerita Rakyat untuk Menentukan Nama Suatu Daerah

Kamis | 14 November 2019 | 0:23

MEDIAKEPRI.CO.ID – Cerita rakyat adalah sebuah karya sastra yang datang dan berkembang di kalangan masyarakat tradisional. Cerita ini disebarkan luaskan dari mulut ke mulut, Biasanya identitas pengarangnya tidak dikenal atau diketahui (anonim).

Meskipun literatur cerita rakyat ini kurang kuat bagi sebahagian orang, akan tetapi bagi masyarakat umumnya amat sangat ‘meyakininya’. Begitu kuatnya ‘keyakinan’ itu, banyak cerita rakyat itu menjadi label nama sebuah daerah.

Loading...

Berikut asal usul nama tempat bisa diselusuri dari cerita rakyat yang ada di daerah itu. Sebut saja misalnya asal usul nama Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepri. Ada cerita tentang nama Buyu, Bukit Batu dan Bekapur, kampung-kampung yang ada di desa ini.

Penamaan Bintan bisa merujuk pada cerita rakyat yang dihimpun B.M Syamsuddin berjudul Cerita Rakyat dari Bintan. Konon dulunya sebelum bernama Bintan, daerah ini bernama Pulau Putih.

Asal nama Bentan ada banyak versi. Ada yang menyebut nama Bentan artinya menderita sakit kembali penyakit yang lama karena salah makan. Ada juga yang menyebut Bintan berasal dari kata lebai atau orang alim yang terdampar di Pulau Putih ini.

Namun, versi lain yang lebih dipercayai, Bintan berasal dari kata berintan. Di daerah ini ada gunung yang berintan atau gunung yang memiliki intan permata. Faktanya, memang di Desa Bintan Buyu ada Gunung Bintan yang meski tidak tinggi namun sangat populer.

Loading...

Konon dulunya banyak saudagar dari Arab, India, termasuk dari Jawa banyak datang untuk membeli hasil bumi daerah Bukit Batu yang sekarang masuk Bintan Buyu. Saudagar itu membeli kulit kayu tengar dan buah pinang. Mereka mendapat keuntungan yang besar dengan mendapatkan hasil bumi dari Bintan ini.

Penamaan nama Buyu, juga ada ceritanya. Informasi dari Maulud, tokoh masyarakat Desa Bintan Buyu, dulunya daerah ini masih sepi. Kampung belum ada namanya. Selain orang Melayu, juga telah ada Orang Tionghoa.

Zaman itu sangat susah dan sulit sekali mendapatkan minyak tanah. Orang Tionghoa menyebutnya buyu..buyu yang artinya susah dapat minyak tanah.

“Itu cerita yang saya peroleh dari orang-orang tua kami dahulu,”kata Maulud, Selasa, 12 November 2019 lalu.

Penamaan kampung Bekapur dan Bukit Batu, katanya itu sesuai dengan kondisi daerah. Daerah Bekapur memang terletak di kaki Gunung Bintang yang daerahnya banyak kapur. Sementara, daerah Bukit Batu kondisinya banyak batu. Di Bukit Batu juga banyak makam. Seperti halnya juga daerah Bekapur. (kemdikbud)

Editor :

Loading...
Loading...