Jumat | 13 Desember 2019 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Sebelum Ditemukan Tewas Mengenaskan, Terimakasih Laia Sempat Buat Status Pamit di Facebook, Ini Kata Polisi

Sabtu | 30 November 2019 | 20:37

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Tewasnya Terimakasih Laia (18) siswi SMA Negeri 3 Susua, Kecamatan Susua dibawah pohon bambu, pada Jumat, 29 November 2019 sekitar pukul 18.00 WIB, masih menjadi misteri.

Ternyata, sebelum ditemukan tewas, Terimakasih Laia sempat membuat status di akun Facebook miliknya berisi seperti pertanda tak lama lagi akan pergi.

Loading...

“Maaf, gk mw srig ol ge y. Ckp sampai 1-2 hr ajh,” tulis Terimakasih Laia pada Minggu, 24 November 2019 sekitar pukul 10.19 WIB.

“Mw Off. Klian baik2 y dsn?. Bye. See you tomorrow!!!,” jelasnya.

Sontak status yang dituliskan oleh Terimakasih Laia mendapat berbagai tanggapan. Karena seolah seperti pertanda bahwa tak lama lagi dirinya akan pergi.

Semua keterkaitan yang dirangkai ternyata benar.

Loading...

Lima hari setelah Terimakasih Laia menuliskan status di Facebook, korban ditemukan tewas di Dusun 4, Desa Hiliwaebu, tidak jauh dari rumahnya.

Korban ditemukan dalam kondisi yang menyedihkan.

Korban ditemukan dalam bersimbah darah.

Wajah dan leher terluka diduga akibat penganiayaan.

Sontak, teman-teman Facebook Terimakasih Laia yang membaca status setelah kejadian langsung memberikan berbagai macam komentar

Tak sedikit yang menyebut itu adalah pertanda yang ditunjukkan Terimakasih Laia kepada teman-temannya sebelum ditemukan tewas bersimbah darah.

“Waduh postinganya seperti firasat ya. khusnul khotimah ya.. semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah,” tulis akun Facebook Seli Syifaa.

“Rip ya kkk. Semoga di terima almarhum ibadah kkk. Sunggu terharum saya membaca status kkk ini sunggu saya sedih. Masa 1_2 hari minta off dan bahkan selamanya gk aktif lgi sampai2 kkk tau ke prgian kkk sunggu menyedihkan ke prgian kkk,” sebut Kristiniani Halawa Adel Terciduk.

“Semoga kkk di terima di sisi bapak yg maha kuasa dan smoga almarhum kkk tenang d alam sna…dan smoga jga dosa2 yg prnah kkk buat semasih hidup di ampuni oleh tuhan. Aminn. Turut brduka cita.

Semoga yg di tinggalnya d bri ketabahan. Semoga pelaku cpat d tmukan Tuhan tolong biar plaku tdk d ksih ampun,” jelasnya.

Akun Facebook lainnya atas nama Agus Milsen Hulu juga ikut memberikan komentar rasa duka terhadap peristiwa yang dialami korban.

“Ya tuhan, dengan saya lihat status2 adk ini, tp saya lebih tersentuh dgn status ne, status ne baru kemaren dan belum lama, dia minta maaf dan pamit. Tp rencana tuhan bukan pamit untuk kembali tp untuk pergi selamanya. Sangat sedih sekali melihat status adk ne.semoga kamu tenang bersama bapa yg di surga dk,” tulisnya di kolom komentar akun Facebook milik korban.

Korban ditemukan sore hari oleh adiknya atas nama Situ Hati Laia.

Diketahui selepas pulang sekolah, korban beranjak pulang ke rumah.

Tapi hingga sore hari korban tak kunjung sampai di rumah.

Melihat kondisi tidak seperti biasa, adik korban berusaha mencari dan coba menjemput di sekolah.

Sesampainya di sekolah, Situ diberitahukan pihak sekolah korban sudah dari tadi pulang.

Dalam perjalanan menuju rumah, betapa terkejutnya Situ saat menemukan korban telah tergeletak di bawah pohon bambu sekitar 50 meter tidak jauh dari jalan.

Adik korban yang menemukan kakaknya telah tiada, lalu memberitahukan kejadian yang dialami korban pada keluarga.

Sampai akhirnya pihak kepolisian dan evaluasi korban.

Kapolres Nias Selatan (Nisel) AKBP I Gede Nakti Widhiarta mengatakan bahwa dugaan sementara korban tewas akibat alami penganiayaan.

“Dugaan sementara korban tewas akibat dianiaya.

Karena terdapat luka di bagian leher dan wajah korban,” kata Nakti saat dihubungi via telepon seluler, Sabtu, 30 November 2019.

“Luka bekas apa belum diketahui.

Tapi luka penganiayaan,” sambungnya.

Dijelaskan Nakti bahwa sampai saat ini pihaknya terus bekerja melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti dilapangan dan memintai keterangan para saksi.

Untuk mengungkap kasus yang dialami oleh korban Terimakasih Laia tersebut.

“Pelakunya siapa kita belum tahu.

Karena saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” sebut Nakti.

“Pelakunya masih kita cari.

Siapa yang tega habisi nyawa korban.

Doakan saja segera terungkap,” jelas Nakti. (***)

Editor :

Loading...
Loading...