Rabu | 28 Oktober 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Setelah Dikabarkan Hilang, Pria Paruh Baya Ini Ditemukan Warga Tergeletak tak Bernyawa, Diduga Ini yang Terjadi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sragen – Warga Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal digemparkan dengan kabar hilangnya salah seorang warga, Kamis, 21 November 2019 malam Jumat tadi malam.

Tragisnya, warga bernama Wagiman alias Bambang (60) itu kemudian ditemukan jadi mayat dan meninggal di jurang sungai Dukuh Ngarum RT 07/03, Desa Ngarum.

Loading...

Jasad pria paruh baya itu ditemukan di jurang berkedalaman hampir 4 meter. Dugaan sementara, pria yang diketahui sebagai duda itu tewas setelah terpeleset dan jatuh ke jurang.

Data yang dihimpun di lapangan, penemuan mayat itu diketahui pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, keluarga korban bingung lantaran sejak pukul 14.00 WIB hingga petang hari, korban tak kunjung pulang.

Kemudian keluarga dan warga berinisiatif mencari korban. Sekitar pukul 21.00 WIB, salah satu warga, Wagimin (50) menemukan korban sudah tergeletak tak bernyawa di dasar sungai setempat.

Setelah itu, jasad korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Tak lama berselang tim Polsek dan Inafis Polres bersama Puskesmas tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi.

Loading...

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Ngrampal AKP Agus Irianto membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan selama ini korban dikenal sebagai duda. Mengenai penyebab kematian, diperkirakan karena terjatuh akibat penyakit epilepsinya kambuh.

“Korban adalah duda dan selama ini diketahui sempat ada riwayat penyakit epilepsi,” tukasnya.

Ia memastikan hasil pemeriksaan dan visum, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah, jasad korban kemudian diserahkan untuk dilakukan pemakaman.

Terpisah, Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi menambahkan tim PMI langsung terjun melakukan evakuasi jasad korban.

Kemudian korban dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans PMI Sragen. Dari hasil pemeriksaan, juga tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan.(***)

sumber: joglosemarnews.com

Loading...
Loading...