Selasa | 11 Agustus 2020 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

‘Wanita Besi’, Margaret Thatcher Mundur dari Kekuasaan setelah Ditantang Gaya Kepemimpinannya

MEDIAKEPRI.CO.ID – Margaret Hilda Thatcher, Perdana Menteri Inggris mengundurkan diri dari jabatannya setelah mendapat tantangan dari politikus dan pengusaha Michael Heseltine.

Usai mundur dari tahtanya itu, Thatcher memegang gelar bangsawan seumur hidup sebagai Baroness Thatcher dari Kesteven di County Lincolnshire. Gelar ini memberinya tempat di Majelis Tinggi.

Loading...

Thatcher, dengan nama lengkap Margaret Hilda Thatcher alias Baroness Thatcher, LG, OM, PC, FRS, née Roberts lahir di Grantham, Lincolnshire, Inggris, 13 Oktober 1925.

Ia adalah seorang politikus Britania Raya, Perdana Menteri Britania Raya dengan masa jabatan terlama sepanjang abad ke-20 (1979–1990). Dan ia adalah satu-satunya wanita yang pernah menduduki jabatan tersebut.

Seorang jurnalis Soviet menjulukinya “Wanita Besi” (Iron Lady). Istilah yang kemudian dikait-kaitkan dengan politik dan gaya kepemimpinannya. Selaku Perdana Menteri, ia menerapkan kebijakan-kebijakan Konservatif yang kelak disebut sebagai Thatcherisme.

Mengawali karier sebagai kimiawan riset sebelum menjadi barrister, Thatcher terpilih menjadi Anggota Parlemen (MP) untuk wilayah Finchley pada tahun 1959.

Loading...

Edward Heath menunjuknya sebagai Menteri Negara untuk Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan pada tahun 1970. Tahun 1975, Thatcher mengalahkan Heath pada pemilihan ketua Partai Konservatif dan menjadi Ketua Oposisi.

Dengan kemenangan ini, ia sekaligus menjadi wanita pertama yang memimpin partai politik besar di Britania Raya. Ia menjadi Perdana Menteri setelah memenangkan pemilu 1979.

Setelah resmi menetap di 10 Downing Street, Thatcher memperkenalkan serangkaian inisiatif politik dan ekonomi untuk membalikkan apa yang ia anggap sebagai kejatuhan nasional Britania Raya.

Filosofi politik dan kebijakan ekonominya menekankan deregulasi (terutama di sektor keuangan), pasar buruh yang fleksibel, swastanisasi BUMN, dan mengurangi kekuasaan dan pengaruh serikat dagang.

Popularitas Thatcher selama tahun-tahun pertama masa jabatannya menurun karena resesi dan tingkat pengangguran yang tinggi.

Perbaikan ekonomi dan Perang Falklands 1982 membuat dukungan terhadap Thatcher melesat, sehingga ia terpilih lagi tahun 1983.

Thatcher terpilih kembali untuk ketiga kalinya pada tahun 1987, tetapi Community Charge-nya (biasa disebut “pajak pemungutan suara”) sangat tidak populer dan pandangannya terhadap Komunitas Eropa tidak diungkapkan kepada Kabinetnya. (wikipedia.org)

Loading...
Loading...