Kamis | 03 Desember 2020 |
×

Pencarian

BATAM

Ditreskrimum Polda Kepri Amankan Pelaku Pemisah Anak dari Ibu Kandungnya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Dit Reskrimum Polda Kepri amankan seorang pria, Human Gunawan Panjaitan (48) yang nekat menarik anak orang yang masih dibawah umur dari kuasa yang sah di kediamannya di Perumahan Sukajadi Bukit Golf Residence, Batam kota pada Rabu, 4 Desember 2019 lalu.

Wadirkrimum Polda Kepri, AKBP Arie Dharmanto menjelaskan bahwa tersangka berniat jahat untuk memiki korban, BM (8) dengan cara membuat surat perwalian yang diterbitkan oleh pengadilan negeri Batam dengan nomor 1181/PDT.P/2019/PN BTM pada Kamis, 24 Oktober 2019 lalu.

Loading...

“Tersangka membuat janji bertemu dengan ibu korban, Muniroh bersama korban, BM dengan tipu muslihatnya mengatakan ingin membagi uang almarhum suami Muniroh,” ucap Wadirkrimum Polda Kepri, AKBP Arie Dharmanto didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri.saat press release di ruangan Media Center Polda Kepri pada Selasa, 10 Desember 2019.

Dijelaskannya, tersangka membuat janji temu dengan ibu korban, Muniroh bersama korban, BM dengan tipu muslihatnya mengatakan ingin membagi uang almarhum suami Muniroh.

Tak berhenti disitu, dengan iming-iming tersangka ingin membelikan jam tangan IMMO untuk korban, atas persetujuan ibu korban, setelah itu diajak ke Kepri Mall hingga keluar dari Kepri mall.

Ternyata setelah keluar dari Kepri mall, tersangka malah membawa korban ke luar Batam, yakni ke Pematang Siantar, Sumatera Utara untuk dititipkan di rumah keluarga tersangka selama tujuh hari.

Loading...

Mengetahui hal itu, melalui laporan ibu korban, polisi langsung menyelidiki dan memeriksa manifest penerbangan serta mengecek kamera CCTV di Bandara Hang Nadim Batam.

“Setelah dicek, ternyata benar tersangka telah membawa korban ke Pematang Siantar dan dititipkan kepada keluarga tersangka selama tujuh hari,” imbuhnya.

Selanjutnya penyidik dan ibu korban serta petugas P2TP2A berangkat ke Pematang Siantar untuk menjemput korban. Setiba di pematang Siantar, tersangka dan korban tidak ditemukan.

Namun ternyata, keluarga tersangka telah membawa korban ke Polda Kepri untuk diserahkan kepada ibu korban pada Sabtu, 7 Desember 2019 lalu.

Untuk barang bukti yang diamankan, diantaranya 1 lembar asli Akta Kelahiran atas nama BM yang diterbitkan oleh Disduk Capil Semarang, 1 lembar asli Kartu Keluarga yang dikeluarkan oleh Disduk Capil Kota Batam.

Selain itu, satu bundel asli salinan putusan pengadilan Agama Semarang, dua unit Samsung milik tersangka dan 1 buah CD berisi rekaman CCTV .

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 330 ayat 1 dan ayat 2 KUHP dengan pidana penjara maksimal sembilan tahun. (sal)

Loading...
Loading...