Selasa | 21 Januari 2020 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

Muammar Al-Gaddafi Perintahkan Serangan, 271 Penumpang dari 21 Negara di Pesawat Pan Am Tewas

Sabtu | 21 Desember 2019 | 16:28

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pemimpin Libya, Muammar al-Gaddafi memberikan perintah kepada pasukannya untuk melakukan serangan terhadap penerbangan harian Pan American World Airways.

Dalam serangan ini yang menjadi sasaran Pan Am Penerbangan 103 dari Bandara Internasional Heathrow, London ke Bandara Internasional John F. Kennedy, New York.

Loading...

Tragedi ini dikenal sebagai pengeboman Lockerbie atau bencana udara Lockerbie di Britania Raya. pesawat Boeing 747-100 terdaftar N739PA dan bernama “Clipper Maid of the Seas” meledak di udara pada saat terbang di atas Lockerbie, Dumfries dan Galloway, Skotlandia.

Ledakan di udara pada saat terbang itu ketika 340-450 gram peledak plastik diledakkan di tempat kargo depan.

Musibah ini menjadi subyek pencarian kriminal terbesar Britania, dipimpin oleh pasukan polisinya yang kecil. Kejadian ini dipandang sebagai penyerangan terhadap Amerika Serikat (189 penumpangnya warga negara Amerika Serikat).

Setelah investigasi selama tiga tahun oleh Constabulary Dumfries dan Galloway Skotlandia dan FBI AS, pernyataan dari sekitar 15.000 saksi mata dikumpulkan, tuduhan pembunuhan dikeluarkan pada 13 November 1991 terhadap Abdelbase Ali Mohmed Al Megrahi, seorang pejabat intelijen Libya dan kepala keamanan untuk Libyan Arab Airlines (LAA), dan Al Amin Khalifa Fhimah, stasiun manajer LAA di Bandara Luqa, Malta.

Loading...

Sanksi Perserikatan Bangsa-bangsa terhadap Libya dan negosiasi dengan pemimpin Libya Kolonel Mulazim Awwal Mu’ammar Muhammad Abu Minyar Kaddafi yang menghasilkan diserahkannya terdakwa kepada polisi Skotlandia di Belanda yang dipilih sebagai tempat netral pada 5 April 1999.

Pada 31 Januari 2001 Megrahi dinyatakan bersalah atas pembunuhan oleh suatu panel yang terdiri dari tiga hakim Skotlandia dan dijatuhi hukuman penjara selama 27 tahun. Fhimah dinyatakan bebas.

Permintaan banding Megrahi terhadap keputusan pengadilan atas dirinya ditolak pada 14 Maret 2002, dan permohonannya kepada Pengadilan Hak-hak Asasi Manusia Eropa dinyatakan tidak dapat diterima pada bulan Juli 2003.

Pada 23 September 2003 Megrahi mengajukan permohonan peninjauan kembali atas keputusan Scottish Criminal Cases Review Commission (SCCRC), dan agar perkaranya dilimpahkan kembali sebagai permohonan banding baru kepada Pengadilan Tinggi/Mahkamah Pengadilan (High Court).

Ia ditempatkan di penjara Greenock dekat Glasgow dalam rangka menjalani hukumannya, di mana ia terus menyatakan dirinya tidak bersalah. (wikipedia.org)

Editor :

Loading...
Loading...