Selasa | 19 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Dari Iklan di Medsos, Polda Kepri Berhasil Ungkap Penempatan Pekerja Migran Indonesia Secara Ilegal

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil menyelamatkan dua orang perempuan asal Batam, korban penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal di Malaysia.

Polisi berhasil mengamankan satu orang pelaku perempuan berinisial PR alias M, Warga Negara Malaysia yang berperan sebagai perekrut serta penjemput PMI.

Loading...

Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK menjelaskan pada hari Rabu, 22 Januari 2020, diperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada seorang warga negara Malaysia yang sedang memasang iklan di media sosial Facebook dengan judul Lowongan Kerja Batam, dan dapat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.

“Awalnya tersangka memasang iklan di media sosial Facebook, butuh pekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Berdasarkan informasi tersebut, polisi menyusun rencana untuk melakukan penangkapan kepada pelaku,” ujar Arie didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Menindaklanjuti hal tersebut lanjutnya, dilakukan penyelidikan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri. Tim memperoleh informasi bahwa pelaku yang merupakan Warga Negara Malaysia akan datang langsung ke Kota Batam untuk merekrut dan menjemput PMI yang akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.

“Pelaku merupakan warga negara Malaysia, dan berencana datang langsung menjemput korban di Batam,” imbuhnya.

Loading...

Kemudian pada jam 15.00 Wib bertempat di Pelabuhan Batam Center, Kota Batam, tim berhasil menemukan dan mengamankan 1 (satu) orang pelaku perempuan berinisial P R alias M, Warga Negara Malaysia dan 1 (satu) orang saksi atas nama Cheryl Tai Xur Li, perempuan, Warga Negara Malaysia, yang merupakan rekan pelaku.

Polisi juga berhasil menyelamatkan 2 (dua) orang korban perempuan asal Kota Batam atas nama Noviana dan Poibe. Tim juga berhasil mengamankan barang bukti berupa paspor, tiket dan boarding pass keberangkatan kapal dengan tujuan Batam – Situlang Laut, Malaysia.

Sampai dengan saat ini tim Subdit IV Ditrreskrimum Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

“Untuk Pelaku dikenakan pasal 81 dan 83 Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 Tahun atau denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah),” pungkasnya. (r/sal)

Loading...
Loading...