Senin | 30 November 2020 |
×

Pencarian

NATUNA

Gagal Berdialog dengan Presiden RI, Jarmin Sidik Usul ke Menteri KP

MEDIAKEPRI.CO.ID ,Natuna – Kedatangan Presiden RI,Joko Widodo, beberapa waktu lalu Ke kabupaten Natuna. Memang cukup ampuh meredam Konflik di Laut Natuna Utara dengan Negara Tiongkok.

Sayangnya, bagi masyarakat Natuna kunjungan itu tak memuaskan hati mereka. Pasalnya, sudah beberapa kali kunjungan Presiden RI ke Natuna, tak sekalipun di gelar Audiensi dengan perwakilan masyarakat.

Loading...

Padahal, Masyarakat, Pemerintah Daerah, dan DPRD Natuna sangat berharap Presiden menyisakan waktu sedikit beraudiensi mendengar keinginan natuna.

“Presiden datang hanya memastikan tentang ketegasan kedaulatan kita. masyarakat mengeluh tak bisa dialog, padahal kami dah geladi bersih 3 orang untuk dialog dengan Presiden, ” ujar Jarmin Sidik, Anggota DPRD Natuna, saat menghadiri acara Musrenbang Kelurahan Bandarsyah, Selasa 21 Januari 2020.

Jarmin sidik saat menghadiri musrenbang di kelurahan bandarsyah

Diceritakan Jarmin, Presiden hanya menanyakan apakah SKPT berfaedah. Tapi sayangnya tak ada kesempatan untuk menjawab apalagi berdialog karena Pasukan Paspampres sangat Ketat mengawal Presiden.

“Kalau hanya datang begitu kita gak puas. memang kecewa masyarakat, tak bisa dialog,”ucap Jarmin.

Loading...

Meski demikian, menurut Politisi Partai Gerindra ini, dirinya juga sudah menyampaikan usulan kepada Menteri Perikanan dan Kelautan, Edhy Prabowo, terkait penambahan kuota ekspor ikan napoleon dan bantuan kapal bagi nelayan natuna.

Disamping itu, Ia pun juga mengusulkan agar jika Pemerintah tetap mendatangkan nelayan Pantura, mereka diwajibkan tinggal di Kabupaten Natuna.

.Jarmin Sidik bersam Ketua DPRD Natuna, Andes Putra.

“Nanti kalau mereka menetap di Natuna ikannya pun juga tidak dibawa ke jawa sana, kalau dari jawa mau beli, mereka harus kesini, jadi biar ada pemasukan untuk ekonomi masyarakat,” usul Jarmin.

Terkait Musrenbang Kelurahan dan Desa, Jarmin pun berharap Masyarakat nelayan memanfaatkan momen perhatian pusat kepada Natuna, dengan mengusulkan pengadaan Kapal bertonase di atas 60 GT.

“Ajukan saja kapal yang besar-besar, masalah teknisnya nanti bisa dipelajari, yang penting ada dulu barangnya, SDM nya bisa dilatih,” tegas Jarmin. (alfian)

Loading...
Loading...