Selasa | 19 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Imingi Uang Rp10 Ribu, Lelaki Bejat Ini Lepaskan ‘Hasrat’ ke Tujuh Anak Dibawah Umur

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Begitu banyak modus orang untuk melakukan kejahatan. Begitu juga, tindakan lelaki di Galang yang berinisial S alias F alias FIR alias LE.

Ia mencabuli tujuh anak di hutan Pulau Petong, Galang, Kota Batam pada waktu yang berbeda. Adapun modus yang dilakukannya, mengiming-imingi korban dengan uang Rp10.000.

Loading...

“Kita tangkap sesuai dengan laporan masyarakat. Banyak warga yang resah,” Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S. didampingi Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, di Polda Kepri, Jumat, 24 Januari 2020.

Kronologi kejadian berawal pada bulan Desember 2019, seorang korban anak perempuan berusia 7 tahun menyampaikan kepada orang tuanya karena mengeluh sakit pada bagian kemaluannya,

Namun korban belum mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dikarenakan masih takut. Kemudian pada tanggal 17 Januari 2020, orang tua dari Inisial S mendapatkan informasi dari beberapa orang teman anaknya yang ternyata telah menjadi korban perbuatan yang sama.

Berdasarkan laporan dari orang tua korban tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka Inisial S alias F alias FIR alias LE.

Loading...

Dari hasil penyelidikan tim Teknis Ditreskrimum Polda Kepri, modus operandi yang digunakan tersangka dengan cara melakukan tipu muslihat serta memberikan iming-iming pemberian uang sebesar Rp. 10.000. Hal ini dilakukan agar dapat melakukan perbuatan bejatnya dengan tujuan terpenuhi nafsu tersangka.

Dimana cara tersangka melakukan pencabulan dengan meraba dan menggesek kemaluan ke beberapa bagian tubuh korban hingga mengeluarkan sperma pada tubuh korban jelas Dirreskrimum Polda Kepri.

Barang Bukti yang diamankan 1 (satu) kasur yang ditemukan di rumah tersangka, 1 (satu) helai handuk warna merah milik tersangka, 3 (tiga) pasang pakaian tersangka dan 5 (lima) pasang pakaian korban.

Tersangka dikenakan Pasal 82 ayat (1) UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU jo pasal 64 ayat (1) dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak 5 milyar rupiah.

“Kejadian tersebut menjadi keprihatinan kita bersama dan selanjutnya Polda Kepri langsung menerjunkan tim Trauma Healing untuk membantu beban psikologis yang dialami oleh anak-anak yang menjadi korban, dihimbau juga kepada orang tua untuk dapat menjaga dan mengawasi anak-anak nya agar terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan,” katanya mengakhiri.

Loading...
Loading...