Rabu | 22 Januari 2020 |
pemkab lingga
×

Pencarian

Kandidatku untuk Pilkada Lingga

LINGGA

Mahasiswa Desak Pemerintah Serius Tanggapi Masalah BBM

Selasa | 14 Januari 2020 | 21:37

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga –  Bahan bakar minyak (BBM) merupakan komoditas penting yang digunakan hampir setiap orang, yang harganya dapat memengaruhi kinerja ekonomi daerah.

Jenis Minyak tanah dan Solar adalah salah satu bahan bakar minyak (BBM) yang sangat dibutuhkan masyarakat di daerah dan juga merupakan subsisdi dari pemerintah.

Loading...

Walaupun penyediaan anggaran subsidi oleh pemerintah dalam beberapa tahun terakhir ini jumlahnya mengalami peningkatan yang cukup besar. Subsidi BBM diberikan dengan maksud untuk mengendalikan harga jual BBM sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat, sehingga dapat terjangkau oleh daya beli masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. 

Pada saat ini, BBM bersubsidi hanya diberikan pada beberapa jenis BBM tertentu, yaitu minyak tanah (kerosene), minyak solar (gas oil), premium kecuali untuk industri, dan (Liquefied Petroleum Gas) LPG tabung 3 kilogram. Jenis BBM bersubsidi ini untuk keperluan rumah tangga, usaha kecil, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum.

Akhir-akhir ini (BBM) minyak tanah dan Solar kembali menjadi isu hangat di tengah masyarakat Kabupaten Lingga karena kelangkaannya disejumlah daerah termasuk Kabupaten Lingga sendiri.

Kelangkaan tersebut muncul karena sebagian besar masyarakat masih menggunakan kompor dengan bahan bakar minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan Juga, misalnya memasak ataupun menyalakan mesin-mesin dalam kegiatan industri.

Loading...

“Kelangkaan BBM solar Subsidi jelas sangat menganggu kegiatan masyarakat di daerah karena dapat menghambat distribusi bahan makanan dan mengganggu ekonomi suatu daerah.” kata Ryan Mahasiswa Kabupaten Lingga

Dikatakannya, kelangkaan bukan kali pertama terjadi, tapi setiap menjelang dipenghujung Tahun BBM bersubsidi solar seperti raib di pasaran dan harga-harga minyak  menjadi tidak Normal.

Setidaknya bukan solusi sementara yang dibutuhkan untuk memecah permasalahan kelangkaan solar, seperti penambahan kuota solar untuk setiap daerah.

Hal terpenting pemerintah harus memperketat pemberian solar bersubsidi agar tidak terjadi kebocoran dan penimbunan yang menjadi penyebab utama kelangkaan pasokan.

Perlunya pengawasan, baik dari aparat keamanan dan masyarakat untuk turut andil dalam mengurangi penyalahgunan perputaran solar yang biasanya dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya mengakhiri. ( bran)

Editor :

Loading...
Loading...