Selasa | 11 Agustus 2020 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

REVOLUSI KUBA, Che Guevara Rontokkan Kediktatoran Fulgencio di Pertempuran Santa Clara

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pertempuran Santa Clara, tonggak awal keruntuhan Diktaktor Fulgencio Batista di Kuba. Padahal, keperkasaan diktaktor ini mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat.

Kemenangan dalam pertempuran itu diraih oleh pasukan gabungan gerilyawan komunis Kuba pimpinan Che Guevara dan pasukan Directorio Revolucionario Estudantil (DRE).

Loading...

Kejatuhan rezim Fulgencio ini merupakan Revolusi Kuba pada tanggal 1 Januari 1959. Setelah dipukul telak itu Fulgencio Batista melarikan diri ke Republik Dominika. Revolusi Kuba merupakan pemberontakan bersenjata yang menuju pada kejatuhan diktator Kuba Fulgencio Batista y Zaldívar.

Sejak kemerdekaannya pada tahun 1898, Kuba dipimpin oleh sejumlah presiden yang lemah dan korup. Pada tahun 1933, diktator lalim Gerardo Machado dijungkirkan oleh kudeta yang dilakukan oleh Fulgencio Batista y Zaldivar.

Pada tahun 1944, Fulgencio Batista memerintahkan untuk melegitimasi kekuasaannya melalui pemilu demokratis, namun kalah. Pada tahun 1952, ia kembali mendapatkan kekuasaan setelah melancarkan kudeta. Penentangan mulai meruyak, salah satunya adalah pimpinan terpenting gerakan anti-Batista, seorang pengacara bernama Fidel Castro dari Santiago de Cuba

Pada tanggal 26 Juli 1953, kelompok pemberontak yang beranggotakan 119 orang menyerang Barak Moncada di Santiago de Cuba. Banyak di antara mereka yang terbunuh dalam serbuan itu, sementara yang tetap hidup, seperti Fidel Castro dan saudaranya Raul Castro ditangkap segera setelahnya.

Loading...

Dalam pengadilan yang sarat muatan politik, mereka dijatuhi hukuman penjara. Castro divonis 15 tahun di Isla de Pinos. Setelah pemilu 1955, Batista membebaskan semua tahanan politik, termasuk penyerbu Moncada. Castro Bersaudara mengungsi ke Meksiko dan bergabung dengan orang-orang Kuba yang siap membebaskan negerinya.

Selama masa itu, Castro juga bertemu dr. Che Guevara dari Argentina, yang bergabung dengan angkatan mereka. Pada bulan Desember 1956, 82 pemberontak meninggalkan Meksiko menumpang perahu Granma menuju Kuba.

Semuanya terbunuh dalam pertempuran pertama begitu mendarat di daerah yang kini menjadi Provinsi Granma, kecuali 12 orang. Castro Bersaudara dan Guevara termasuk orang-orang yang selamat.

Para pemberontak yang selamat melarikan diri ke Sierra Maestra dan mendirikan kamp di sana. Dengan bantuan penduduk Kuba, mereka bisa memperbesar pasukannya dan mencatat beberapa kesuksesan melawan pasukan Batista.

Dari akhir tahun 1957, Castro menemukan markas tetap di La Plata. Wartawan dari berbagai negara, termasuk AS, mengunjungi para pemberontak dan menawarkan dukungan terhadap sang diktator.

Pada tahun 1958, pasukan pemberontak memulai serangan. Mereka maju dalam 2 kelompok. Yang pertama dipimpin oleh Castro Bersaudara dan menuju bagian timur pulau dengan kota terbesar keduanya Santiago de Cuba.

Kelompok yang kedua di bawah pimpinan Che Guevara dan Camilo Cienfuegos menuju ke barat. Pertempuran Santa Clara yang menentukan meletus dan dimenangkan oleh kelompok tersebut. Pada tanggal 1 Januari 1959, Batista melarikan diri ke Republik Dominika. Esoknya, pemberontak menduduki Havana dan Santiago de Cuba. Pada tanggal 8 Januari, Fidel Castro mencapai Havana, menyempurnakan kemenangan revolusi. (wikipedia.org)

Loading...
Loading...