Selasa | 25 Februari 2020 |
×

Pencarian

Kandidatku untuk Pilkada Natuna

HEADLINE

Hanya 1.7 Kilometer Jarak Kampung Penagi ke Tempat Observasi WNI, Warga Resah dan Mengungsi

Senin | 03 Februari 2020 | 0:03

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan Natuna dipilih jadi tempat isolasi karena dianggap sudah memenuhi standar protokoler kesehatan dari World Health Organization (WHO).

Selain itu dikatakannya, Natuna juga terdapat pangkalan militer yang jauh dari pemukiman penduduk serta memiliki landasan pacu yang dekat dengan tempat isolasi.

Loading...

Hadi Tjahjanto juga menyebutkan jarak antara tempat observasi ke pemukiman penduduk sejauh 5 hingga 6 kilometer.

Pernyataan Panglima TNI ini pun disesalkan Masyarakat Natuna. Pasalnya, jarak antara tempat observasi dengan pemukiman warga ternyata kurang dari 5 Kilometer.

Penampakan Peta Kota Ranai dapat dilihat melalui layanan Google Earth, dimana Kampung Penagi atau dinamai Kota Tua Penagi di Google earth, ternyata hanya berjarak sekitar 1,7 Kilometer.

Hal ini juga menjadi Viral di Media Sosial seperti Facebook, Instagram dan WA Group. Screenshoot Google earth yang telah diberi keterangan, memperlihatkan Kampung Penagi berjarak kurang dari 5 kilometer.

Loading...

Masyarakat Natuna pun naik pitam karena pernyataan “melantur” Pihak Pemerintah. Terutama Warga Kampung Tua Penagi yang menjadi cemas dan Khawatir tertular Virus Corona.

Tanpa pikir panjang, hampir seluruh warga penagi kini mengungsi sementara, ke rumah saudara yang jauh dari kawasan Observasi di Lanud Raden Sadjad Natuna.

Di kutip dari Kumparan.com ,Salah satu warga Penagi, Kardiman, mengaku khawatir terkena dampak virus corona yang bisa saja terbawa oleh para WNI tersebut. Apalagi, jarak Penagi ke lokasi observasi hanya sekitar satu kilometer lebih saja.

“Ada yang punya keluarga di Ranai Darat dan Sendanau (jadi mengungsi ke sana). Ada sekitar 20 keluarga yang mengungsi,” tutur Kardiman di Penagi, Minggu 2 Februari 2020.

Menurut Kardiman, warga mengungsi atas kesadarannya sendiri, serta bentuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman virus Corona.

“Apa lagi arah angin kini ke Penagi, kami semua was-was, kwatir sehingga kami mengungsi,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Masyarakat Natuna pun masih menolak Daerahnya dijadikan tempat karantina.

Unsur Elemen Masyarakat Natuna juga telah membuatkan 6 point tuntutan warga natuna untuk Pemerintah RI. Dimana salah satu pointnya berbunyi, ” WNI dari Wuhan dipindahkan dari kapal perang/KRI dan di observasi di lepas pantai,” sebut point tuntutan yang dibuat pada Minggu, 2 Februari 2020. (alfian)

Editor :

Loading...
Loading...