Jumat | 18 September 2020 |
×

Pencarian

NATUNA

Marzuki Sebut Pemerintah Belum Niat Lanjutkan Proyek Pasar Modern

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Proyek Pembangunan Pasar Modern yang sempat digagas pemerintah sebelumnya harus terhenti pembangunannya dan menyeret beberapa orang ke dalam penjara.

kini di lokasi pembangunan yang terletak di Jalan DKW. Moh Benteng ,Ranai ,hanya terlihat tiang-tiang hampir lapuk ditumbuhi lumut.

Loading...

Pembangunan Pasar Modern ini dibangun menggunakan APBD Tahun Anggaran 2014, dengan pagu anggaran Rp. 38.9 Miliar. Lelang dimenangkan oleh PT. Mangkubuana Hutama Jaya dengan nilai kontrak Rp. 36,6 miliar.

proyek pembangunan Pasar modern Natuna yang terbengkalai

Sayangnya, miliaran uang rakyat akan terbuang percuma begitu saja, karena pembangunan pasar modern ini tak segera dirampungkan. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Natuna, Marzuki, yang menyayangkan tidak dilanjutkannya pekerjaan tersebut padahal uang pemerintah sudah dikeluarkan untuk itu.

“Sebenarnya pemerintah menunggu apa lagi, berbeda sedikit dengan mangkraknya pembangunan gedung DPRD, kalau bangunan pasar modern ini kan sudah ada keputusan pengadilan ingkrah, bahkan nilai kerugiannya juga sudah ditetapkan, jadi nunggu apa lagi,” ujar Marzuki, belum lama ini, dikutip dari Hariankepri.com.

Marzuki menilai, seharusnya pemerintah segera melanjutkan pekerjaan tersebut, jangan dibiarkan terbengkalai seperti itu. Menurutnya pihak Komisi II pernah menanyakan mengenai kendala dilanjutkannya pekerjaan tersebut kepada pihak eksekutif, jawabannya menunggu intruksi dari Aparat Penegak Hukum untuk memulai pekerjaan.

Loading...
Anggota DPRD Natuna Henry FN.

“Sampai saat ini memang kami belum pernah menemukan usulan lanjutan pekerjaan pembangunan pasar modern tersebut pada usulan APBD yang TAPD ajukan ke kami,” ujar Marzuki.

Sementara itu, ditempat yang sama Wakil Ketua Komisi II, Hendry FN membenarkan pihaknya pernah menanyakan kendala belum dilanjutkannya pekerjaan Pasar Modern tersebut kepada TAPD, jawabannya masih menunggu instruksi dari APH.

“Mereka bilang masih menunggu petunjuk dan arahan dari APH untuk dapat melanjutkan pekerjaan tersebut,” ujar Hendry FN. (alfian)

Loading...
Loading...