Jumat | 10 April 2020 |
×

Pencarian

BATAM

Polisi Selamatkan PMI Ilegal yang Terlantar di Pantai Tanjung Bemban, Nongsa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebanyak 11 orang korban Pekerja Migran Indonesia Ilegal (PMI) yang ditelantarkan oleh pengurusnya di Pantai Tanjung Bemban, Nongsa, Batam berhasil diselamatkan oleh Ditreskrimum Polda Kepri.

Hal tersebut disampaikan Wadir Reskrimum Polda Kepri, AKBP Ruslan Abdul Rasyid saat Konferensi Pers yang dilaksanakan di Polda Kepri, Jum’at, 21 Februari 2020.

Loading...

Dikatakannya, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat dan berhasil menemukan 11 korban PMI Ilegal yang terdampar di pantai Tanjung Bemban, Nongsa, Selasa, 18 Februari 2020. Atas temuan tersebut keesokan harinya, Rabu, 19 Februari 2020, Tim Subdit IV Ditreskrimum melakukan penyelidikan.

“Kita cari keterangan dari kesebelas korban tersebut hingga berhasil menangkap dan mengamankan para tersangka yang diduga pemilik, nakhoda dan ABK Kapal yang digunakan sebagai sarana transportasi dari Malaysia ke Pantai Tanjung Bemban, Nongsa Kota Batam. Selanjutnya para terangka dibawa ke Kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Dijelaskannya, adapun Modus Operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah menempatkan PMI secara ilegal dengan cara melakukan pengurusan serta menyediakan sarana akomodasi berupa kapal laut untuk kepulangan para PMI illegal dari Malaysia hingga tiba di Kota Batam, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yakni mendapatkan bayaran yang diperoleh dari hasil mengurus proses keberangkatan PMI secara ilegal yang masuk kembali ke indonesia tanpa melalui jalur kepulangan ataupun pelabuhan yang resmi.

“Tersangka berjumlah 3 orang yakni pemilik Speed Boat, inisial (K), kemudian nakhoda atau tekong inisial (A) sebagai dan seorang ABK inisial (J), dengan Barang Bukti 2 buah unit Handphone dan 1 unit Speed Boat Fiber bermesin 200 PK,” imbuhnya.

Loading...

Akibat dari perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 120 jo pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 6 tahun 2017 tentang keimigrasian dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Hadir dalam Konferensi Pers tersebut Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri. (sal)

Loading...
Loading...