Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Antisipasi Corona, Pemprov NTB Liburkan Sekolah Sampai Tutup Pintu Bagi Wisatawan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah akan meliburkan sekolah selama dua pekan. Kebijakan itu guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Mulai besok, kita akan liburkan sekolah selama 2 pekan untuk kelas 10 dan kelas 11. Untuk yang akan ujian nasional karena persiapannya sudah panjang, komputer yang tidak terlalu banyak dan bisa dijaga kebersihannya sehingga yang kelas 12 bisa dilanjutkan selama 3 hari,” kata Zulkieflimansyah, usai menggelar rapat terbatas di kantor Gubernur Minggu 15Maret 2020.

Loading...

Zul mengatakan diliburkannya sekolah bukan menjadi alasan untuk malah melakukan pertemuan di luar rumah. Dia meminta para guru memberikan tugas tambahan untuk dikerjakan di rumah.

“Tapi kebanyakan di setiap daerah ketika diliburkan justru berkumpul di mall dan liburan sehingga menyebabkan penyebaran. Maka berikan tugas tambahan seperti tugas online, di stand learning dan sebagainya tugas-tugas di rumah untuk menghindari kerumunan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Pemprov NTB juga akan menutup pintu masuk bagi wisatawan di semua tempat wisata. Penutupan dilakukan selama 14 hari ke depan.

Akses pintu masuk wisatawan yang ditutup adalah Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno yang ada di Kabupaten Lombok Barat, termasuk sejumlah Gili yang dijadikan akses wisatawan luar negeri.

Loading...

“Kita juga sudah memperketat tempat-tempat yang memungkinkan untuk pintu masuk orang-orang. Tadinya kita satu-satu membedah, kalau di udara lebih gampang di kontrol. Tapi kita sementara selama dua pekan ini menutup mobilitas yang berasal ke gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Kenapa ini dilakukan karena ini rata-rata kontrolnya relatif resah dan kita benar-benar serius mengantisipasi dan mewaspadai virus ini,” ungkap Zul.

Pemprov NTB akan memperkuat dan memperketat pemeriksaan di Bandara dan Pelabuhan. Pihaknya juga akan menyemprotkan cairan disinfektan di area tempat wisata.

“Bukan berarti ini ditutup sementara seperti tempat mancing yang ditinggalkan, tapi ini kesempatan kita untuk memastikan gili-gili dan tempat wisata kita aman. Kita akan melakukan¬†fooging¬†di seluruh pulau sehingga siapapun yang datang kesana merasa aman dan nyaman,” tegasnya. (detik.com)

Loading...
Loading...