Rabu | 28 Oktober 2020 |
×

Pencarian

BENGKALIS

Banyak Masyarakat Terinfeksi Corona, SJR : Jokowi Harus Berlakukan Kondisi Darurat Nasional Covid 19

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum Rembuk Nasional Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi (SJR) menilai sudah saatnya Presiden Jokowi harus memberlakukan Indonesia Darurat Nasional Covid 19 karena sudah semakin banyaknya masyarakat Indonesia diberbagai provinsi yang positif terinfeksi virus Korona.

Hal ini diungkapkan oleh Putra Melayu yang berkiprah di pentas nasional dalam pesan WhatsApp, Minggu 15 Maret 2020.

Loading...

Sayed Junaidi Rizaldi yang akrab dipanggil Pak Cik ini mengatakan, sebaiknya Presiden Jokowi melakukan mapping dan memerintahkan kepada seluruh kepala daerah untuk memeriksa kesehatan warganya terkait virus Korona.

“Wabah Korona ini sudah mendunia dan di Indonesia korban yang terjangkit virus ini sudah banyak. Presiden Jokowi tidak bisa mengatasinya sendiri, ujar Pak Cik.

Selanjutnya, Pak Cik mengatakan, kita juga harus mengapresiasi kinerja para tim medis serta TNI dan Polri yg sigap menangani pasien yg terinfeksi.”

Ditegaskan Pak Cik, Presiden Jokowi harus memerintahkan seluruh kepala daerah melakukan pemeriksaan medis masyarakat dengan cara door to door, untuk memastikan kawasan mana dan siapa saja yang sudah terkena Korona.

Loading...

“Pemerintah pusat melalui pemerintah daerah segera melakukan pengecekan kesehatan seluruh warganya secara langsung serta memisahkan warga yang terjangkit Korona. Ini harus dilakukan untuk segera mengetahui wilayah mana yang terjangkit virus ini,” kata Pak Cik.

“Sudah benar Presiden Jokowi memilih Doni Monardo sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Wabah Covid 19 dalam upaya pemerintah mengatasi wabah Korona. Namun, Presiden Jokowi perlu memberi wewenang penuh kepada pemerintah daerah untuk mengatasi hal ini. Sehingga pemerintah daerah dapat lebih efektif dalam mengendalikan keadaan daerahnya tanpa harus menunggu koordinasi dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Di sisi lain, Aktivis 98 lulusan pasca sarjana UI ini meminta ketegasan Presiden Jokowi untuk menutup seluruh pintu keluar dan masuk wilayah NKRI dan melarang siapapun yang keluar masuk Indonesia.

“Kita harus menutup semua pintu masuk atau akses ke Indonesia. Ini salah satu cara untuk membatasi berkembangnya virus Korona yang ditularkan warga asing atau warga Indonesia yg masuk dari luar negeri,” tegasnya.

Dikatakannya lagi, kondisi saat ini sudah layak bagi kita melakukan isolasi diri secara menyeluruh. Apalagi akses masuk ke Tanah Air sangat banyak. Tidak hanya dijaga namun ditutup akses keluar masuknya.

“Ini kondisi yang sudah genting. Korban sudah berjatuhan namun kita terlihat masih agak santai merespon perkembangan dan makin merebaknya virus ini. Walau bermaksud agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat , akan tetapi, zaman sekarang ini informasi tidak bisa dibendung lagi,” tegas putra asli Bengkalis ini.

Pak Cik mencontohkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump saja langsung menyatakan kondisi darurat untuk negaranya.

“Itu negara adikuasa loh. Mereka saja langsung sigap dan waspada terhadap perkembangan virus ini,” tambah Pak Cik.

Ditegaskan Pak Cik, satu komando dari pusat ke daerah-daerah akan sangat membantu dalam mengatasi wabah ini. (juny)

Loading...
Loading...