Kamis | 04 Juni 2020 |
×

Pencarian

HEADLINE

Batam Diisolasi, Rudi: Tidak Boleh Keluar Rumah Kecuali Mendesak

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Rudi melakukan isolasi bagi seluruh warga Batam. Kepala BP Batam ini menyatakan karantina mendiri ini berlaku untuk 14 hari kedepan dimulai Selasa, 31 Maret 2020.

“Tidak boleh ada yang keluar dari rumah tanpa ada aktifitas yang mendesak, tidak boleh lagi kumpul-kumpul, bekerjalah dari rumah, kecuali mereka yang memang perusahaannya tidak menerapkan kerja dari rumah,” tegas Walikota Batam.

Loading...

Dikatakannya, upaya yang dilakukan pemerintah dan Forkopimda Kota Batam sudah berjalan maksimal. Namun, belum seluruh masyarakat menyadari bahayanya.

“Sebelum kita mulai pembahasan, saya ingin bertanya pada Bapak, Ibu sekalian, apakah physical distancing yang kita lakukan 14 hari terakhir ini berhasil? Apa berhasil Bapak, Ibu? Kalau menurut saya tidak berhasil, kenapa tidak berhasil? Karena kita ketahui bersama jumlah ODP (orang dalam pengawasan) bertambah, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga bertambah, dan yang positif juga bertambah, itu makanya saya bilang tak berhasil,” katanya saat membuka rapat penanganan corona covid 19 bersama Forum Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Batam, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tenaga medis serta pimpinan media di Alun-Alun Engku Putri, Batamcentre, Selasa, 31 Maret 2020 pagi.

Dikatakannya tindakan untuk meningkatkan kesadaran pemerintah sudah dilakukan. Namun tingkat kesadaran ini terbangun hanya di pusat kota. Sementara itu, tambahnya, di beberapa wilayah masyarakat yang kurang mengindahkan.

“Saya salut dengan Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Danlanal yang sudah maksimal melakukan penyemprotan, imbauan-imbauan agar masyarakat tetap berada di rumah, mengurangi aktivitas di luar rumah, tapi tanpa ada kesadaran dari masyarakat, tanpa ada dukungan dari tokoh masyarakat, semuanya sia-sia,” lanjut Rudi.

Loading...

Untuk itu, sebagai langkah serius 14 hari ke depan, dimulai dari hari ini, Walikota Batam meminta kesepakatan dari Forkopinda dan tokoh masyarakat terlebih DPRD Batam, untuk melakukan isolasi atau karantina mandiri seluruh warga Batam.

Sembako Gratis

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sembako, Rudi mengatakan pihaknya telah mencanangkan pemberian sembako gratis kepada masyarakat Batam yang dinilai kurang mampu, yang kalau tidak bekerja maka tidak ada makanan di rumahnya.

“Jumlah kepala keluarga di Kota Batam ini sekitar 450 ribu, kita ambil setengahnya saja berarti sekitar 200 ribu kepala keluarga, yang akan kita berikan sembako gratis selama masa isolasi atau karantina mandiri ini,” paparnya.

Siapa-siapa saja mereka? Rudi mengatakan data itu akan diperoleh dari Lurah yang berkoordinasi dengan RT dan RW di lingkungannya.

“By name, by addres, by nomor telepon, jadi yang mendapatkan itu akan dihubungi satu persatu untuk mengambil sembako,” ungkapnya.

Sembako yang dimaksud yakni 20 kilo beras, 2 kilo gula pasir dan 2 kilo minyak goreng.

“Anggarannya dari mana? Dari pemerintah, dari BP Batam, kalau tak ada kita hutang dulu, yang penting masyarakat tetap isolasi diri di rumah, agar corona covid 19 ini tak menyebar,” jelasnya.

Selama masa isolasi mandiri 14 hari itu, tim dari Kodim, Lanal dan Polresta akan terus patroli dan menindak tegas warga yang masih berkeliaran di luar rumah.

Sedangkan tim medis mulai dari puskesmas bersama kelurahan kecamatan memantau dan selalu melakukan pengecekan-pengecekan kepada warga melalui RT dan RW.

“Kalau ada laporan warga tim kesehatan tinggal ambil yang sakit dan lakukan tindakan pada pasien begitu juga keluarganya, artinya hanya 1 rumah itu saja yg harus dipantau, karena mereka tidak berhubungan dengan tetangganya,” papar Rudi.

Usulan Walikota Batam ini mendapat tanggapan positif dari Ketua DPRD Batam, Nuryanto.

“Kami mengapresiasi kerja Pemko Batam dalam penanganan corona covid 19 ini, dan kami selalu mendukung untuk hal-hal itu,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Batam agar selalu mematuhi ketetapan-ketetapan pemerintah terlebih untuk masalah corona ini.

“Kita harus melakukannya dengan penuh kesadaran, agar kita terhindar dari penularan corona ini,” jelas Cak Nur.

Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0316 Batam dan Danlanal Batam.

“Dengan diberlakukannya isolasi ini memang ekonomi kita jadi mati suri, tapi itu bisa kita bangkitkan lagi setelah kita berhasil atasi corona. Tapi kalau kita yang mati karena corona, tidak bakalan bisa bangkit lagi untuk mencukupi perekonomian keluarga,” ungkap Danlanal Batam. (kmg)

Loading...
Loading...