Sabtu | 19 September 2020 |
×

Pencarian

HEADLINE

Fatwa MUI Kepri: Daerah Rawan Covid-19 Dilarang Salat Jumat dan Berjamaah di Masjid

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Mencermati perkembangan situasi terkini terkait dengan pandemi Covid-19 di wilayah Kepulauan Riau, akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan beberapa fatwa.

Wakil Ketua Umum MUI Kepri, KH Bambang Maryono mengatakan, MUI Kepri merilis fatwa bahwa setiap umat Islam yang berada di daerah yang berpotensi tinggi terjangkit Covid-19 diperbolehkan untuk meninggalkan salat Jum’at dan menggantinya dengan salat Zuhur.

Loading...

“Setelah menimbang dan mendengar usulan serta keputusan rapat Komisi Fatwa Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepri dan MUI Kota Batam, MUI Kota Tanjungpinang serta merujuk kepada Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 dan memperhatikan Keputusan Gubernur Kepri nomor 307 tahun 2020 tentang Tanggap Darurat Bencana Non Alam wabah penyakit akibat virus corona, Majelis Ulama Indonesia Kepri telah mengeluarkan fatwa terkait ibadah salat Jum’at dan salat berjamaah di tengah wabah Covid-19 yang semakin meluas di Kepri,” ujar KH Bambang di Hotel Nagoya Mansion, Batam, Rabu, 25 Maret 2020 malam.

Dijelaskannya, ada tujuh point penting yang menjadi prioritas dalam rapat gabungan tersebut, dan hasilnya wajib dipatuhi seluruh umat Islam di Kepri guna memutus penyebaran Covid-19 yang saat ini kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Adapun ketujuh point tersebut antara lain:

  1. Umat Islam harus menyakini secara Aqidah bahwa wabah Covid-19 ini adalah musibah dari Allah SWT, namun secara Syariah kita diperintahkan berikhtiar untuk menghindarinya, dan secara Akhlaq kita harus saling menguatkan dan saling tolong menolong dalam menghadapi wabah ini.
  2. Umat Islam agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak Ibadah, Taubat, Istighfar, Dzikir dan membaca Qunut Nazilah di setiap salat Fardhu. Memperbanyak Shalawat, Sedekah serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya, khususnya dari wabah Covid-19.
  3. Meminta kepada pengelola masjid dan segenap umat Islam se Kepri khususnya Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan, untuk tidak menyelanggarakan salat Jum’at sampai dengan pemerintah menyampaikan kondisi telah kembali normal dan para jamaah menggantinya dengan melaksanakan salat Dzuhur di kediaman masing-masing.
  4. Pengelola masjid dan musholla se Kepri khususnya Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan, tidak menyelenggarakan salat lima waktu secara berjamaah di masjid, namun Murotal, Tarhim dan Adzan tetap dikumandangkan sebagai Syiar Islam. Sementara untuk jamaah diminta melaksanakan salat berjamaah dirumah masing-masing sampai dengan pemerintah menyatakan kondisi telah kembali normal.
  5. Dalam hal Muadzin mengumandangkan Adzan sebagaimana point 2 dan point 3, ada tambahan kalimat yang bisa dilakukan dengan salah satu dari dua cara yakni:

A. Cara Pertama: Selesai mengumandangkan Adzan sebagaimana biasa lalu ditambahkan kalimat Shollu Fii Rihalikum, sebagaimana Hadist Ibnu Umar dalam Shahih Bukhori nomor 632 dan Shahih Muslim nomor 1633.

Loading...

B. Cara Kedua: Kalimat Hayya Ala Sholah diganti dengan kalimat Shollu Fii Buyutikum. Sebagaimana Hadist Riwayat Ibnu Abbas dalam Shahih Bukhori nomor 901.

  1. Tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan orang banyak baik di masjid, musholla dan atau tempat lainnya sampai dengan pemerintah menyatakan kondisi telah kembali normal.
  2. Meminta kepada seluruh umat Islam untuk disetiap salat Fardhu melakukan Qunut Nazilah, berdzikir dan memperbanyak Do’a kepada Allah SWT. (sal)

Loading...
Loading...