Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Anda Berjerawat? Ini Ada 6 Cara untuk Mengatasinya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Jerawat bisa dibilang adalah masalah wajah terbesar bagi sebagian besar orang, khususnya wanita. Jerawat umumnya disebabkan karena pori-pori kulit yang tersumbat oleh minyak berlebih, kotoran, sel kulit mati, dan terinfeksi bakteri. Meski begitu, jerawat juga bisa muncul karena perubahan hormon dalam tubuh.

Jerawat memiliki jenis-jenis yang berbeda dengan faktor-faktor penyebab yang berbeda pula. Jenis jerawat itu sendiri dibagi dalam dua kelompok, yaitu jerawat noninflamasi (tidak menyebabkan pembengkakan) dan jerawat inflamasi (menyebabkan pembengkakan pada kulit yang berwarna merah).

Loading...

Jerawat yang muncul pada wajah bisa menjadi sangat mengganggu penampilan. Bila hal ini terus dibiarkan saja, bukan tidak mungkin jerawat dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang. Oleh karena itu, untuk bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat, simak jenis jerawat yang sering muncul dan cara mengatasinya, dilansir dari berbagai sumber.

Blackhead atau komedo terbuka adalah benjolan kecil berwarna hitam di permukaan kulit wajah yang sering muncul di area hidung. Komedo ini terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh kombinasi sebum dan sel kulit mati. Pada blackhead, bagian atas pori tetap terbuka, meskipun sisanya tersumbat. Ini menghasilkan karakteristik warna hitam yang terlihat di permukaan.

Blackhead tidak menimbulkan rasa sakit atau kemerahan di kulit seperti jerawat pada umumnya. Blackhead atau komedo terbuka ini juga sering disebut sebagai jerawat ringan karena tidak menyebabkan peradangan.

Whitehead atau komedo tertutup juga merupakan jenis jerawat yang disebabkan penyumbatan pori-pori oleh minyak dan sel kulit mati.

Loading...

Tidak seperti komedo hitam yang hanya tersumbat sebagian, penyumbatan whitehead menutupi seluruh permukaan teratas pori. Ini menyebabkan jerawatnya akan seperti benjolan putih kecil.

Whiteheads umumnya lebih susah diobati ketimbang blackheads karena pori-pori sudah tertutup. Namun, produk yang mengandung asam salisilat dapat membantu menghilangkan whiteheads. Penggunaan retinoid topikal juga akan memberikan hasil terbaik untuk jerawat jenis ini.

Papula adalah jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit, dan jika diraba akan terasa seperti tonjolan padat yang terasa nyeri. Kulit di sekitar tonjolannya tampak bengkak kemerahan. Namun, jerawat papula tidak memiliki titik nanah pada puncaknya.

Papula terjadi ketika dinding di sekitar pori-pori Anda rusak karena peradangan parah. Ini menghasilkan pori-pori keras dan tersumbat yang empuk saat disentuh. Kulit di sekitar pori-pori ini biasanya berwarna merah muda. Itu kenapa papula sering juga disebut jenis jerawat inflamasi.

Pustula adalah jenis jerawat berupa benjolan yang lebih besar dan lunak. Bagian dasarnya berwarna kemerahan, sementara puncaknya berwarna putih atau kekuningan dan tampak lebih terangkat karena terisi nanah.

Pustula muncul karena bakteri yang menginfeksi sumbatan pori-pori tersebut. Pustula juga dapat terbentuk ketika dinding di sekitar pori-pori Anda rusak. Tidak seperti papula, pustula diisi dengan nanah. Benjolan ini keluar dari kulit dan biasanya berwarna merah. Jenis jerawat ini sering memiliki kepala kuning atau putih di atasnya.

Nodul terjadi ketika pori-pori yang tersumbat dan membengkak mengalami iritasi lebih lanjut dan tumbuh lebih besar. Nodul adalah jenis jerawat inflamasi yang terbentuk di bawah kulit dan bisa menimbulkan rasa sakit. Tidak seperti pustula dan papula, nodul lebih dalam di bawah kulit.

Karena nodul begitu dalam di dalam kulit, Anda biasanya tidak bisa merawatnya di rumah. Obat resep diperlukan untuk membantu membersihkannya. Setelah benjolan mengempis, biasanya akan muncul bekas jerawat yang berwarna gelap.

Jerawat kistik alias jerawat batu terbentuk jauh di lapisan kulit yang lebih dalam. Jerawat batu dapat berkembang ketika pori-pori tersumbat oleh kombinasi bakteri, sebum, dan sel kulit mati. Akibatnya, muncul benjolan merah besar, bertekstur lunak karena berisi bernanah, yang terasa sakit ketika tersentuh.

Benjolan merah atau putih yang besar ini sering terasa sakit saat disentuh. Jerawat batu adalah bentuk jerawat terbesar, dan pembentukannya biasanya akibat infeksi parah. Jerawat jenis ini juga paling mungkin untuk bekas luka.

Cara Mengatasi Jerawat

Setiap jenis jerawat membutuhkan metode pengobatan dan perawatan masing-masing. Agar cara yang Anda pilih bisa efektif dan tepat sasaran, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter kulit untuk mengetahui apa jerawat yang Anda miliki.

Berikut ini cara mengobati jerawat mulai dari jerawat ringan, sedang, hingga parah:

Mengobati jerawat ringan

Jerawat ringan terdiri dari blackhead, whitehead, dan pustula kecil. Jerawat ringan dapat diobati dengan banyak pilihan perawatan. Obat jerawat yang dijual di pasaran biasanya mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, resorsinol, atau sulfur.

Mengobati jerawat sedang sampai parah

Jerawat taraf menengah sampai parah terdiri dari blackhead, whitehead, papula, dan nodul yang berkembang ke area wajah atau bagian tubuh lainnya.

Jerawat jenis ini membutuhkan perawatan yang lebih rumit dibanding jerawat ringan. Dokter mungkin akan meresepkan Anda antibiotik atau kortikosteroid berupa obat oles, seperti krim atau lotion. Asam retinoid juga dapat diberikan untuk membantu mencegah bleackhead dan whitehead.

Mengobati jerawat parah

Jerawat parah terdiri dari jerawat nodul yang dalam dan jerawat batu. Jerawat parah dapat menyebabkan kemerahan, pembengkakan, hingga kerusakan kulit.

Jenis jerawat ini membutuhkan perawatan dan pengobatan yang serius. Anda harus mengunjungi dokter kulit agar dapat diresepkan antibiotik oral. Selain itu, pengobatan dari dermatologis lainnya adalah suntik jerawat agar benjolannya mengempis lebih kecil. (merdeka.com)

Loading...
Loading...