Rabu | 02 Desember 2020 |
×

Pencarian

BATAM

Pimpinan ACC Batam Larang Wartawan Liput Demo Konsumen di Kantornya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Operation Head ACC Batam, Agung Rahmatullah salah seorang pimpinan di perusahaan pembiayaan kredit mobil Astra Credit Companies (ACC) Perwakilan Batam, melarang wartawan untuk meliput demo yang terjadi dikantornya, Senin, 30 Maret 2020.

Larangan tersebut diucapkannya dengan terang-terangan didepan para pendemo dan disaksikan juga oleh pihak kepolisian dari Polresta Barelang yang datang untuk mengamankan aksi spontan nasabah ACC di Batam.

Loading...

Dikatakannya, jika ada wartawan yang datang untuk meliput dan melakukan perekaman kegiatan ini melalui handphone, pihaknya tidak akan melanjutkan mediasi dengan para pendemo.

Akibat larangan tersebut situasi dilokasi tersebut sempat memanas karena massa yang hadir tidak setuju.

“Jika ada wartawan yang merekam dan melakukan peliputan disini, kami tidak akan melanjutkan mediasi ini,” ujarnya didepan para pendemo.

Hal senada juga dikatakan Kanit IV Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Feri mengatakan untuk menjaga agar mediasi ini tetap berjalan, polisi tersebut meminta kepada wartawan untuk tidak melakukan perekaman.

Loading...

“Mohon tidak merekam, biar mediasi ini bisa dilanjutkan,” ucapnya kepada wartawan.

Ditempat berbeda, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Chandra Ibrahim sangat menyayangkan atas tindakan yang dilkukan oleh pimpinan ACC Batam.

“Saya selaku Ketua PWI Kepri sangat menyayangkan kejadian itu terjadi. Seharusnya pimpinan ACC Batam menghargai kebebasan pers,” imbuh Chandra ketika diminta konfirmasinya melalui sambungan telpon.

Dijelaskan Chandra, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di ayat 1 tentang Kebebasan Pers Negara, ayat kedua pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat-ayat untuk mendukung kemerdekaan pers, mencari hak untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan pandangan dan informasi tidak diacuhkan.

“Jadi saya meminta kepada seluruh instansi baik vertikal maupun horisontal dan pihak swasta agar menghormati kebebasan pers dalam melakukan peliputan dimanapun berada,” ucap Chandra mengakhiri. (sal)

Loading...
Loading...