Minggu | 29 Maret 2020 |
×

Pencarian

HEADLINE

Warga Berburu Drum Air, Penjual: Stock Hanya untuk Empat Hari Lagi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Terkait rencana perusahaan pengelola air minum di Kota Batam, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) yang akan melakukan penggiliran (Rationing) air ke rumah-rumah warga, menjadi berkah tersendiri bagi penjual drum air di Batam.

Bagaimana tidak, pasalnya dalam beberapa hari belakangan ini permintaan masyarakat akan drum air meningkat dari hari-hari biasanya.

Loading...

“Jika sebelumnya kami hanya bisa menjual 10 drum setiap harinya, sekarang sebanyak 50 drum air berhasil terjual sejak beberapa hari belakangan ini,” ujar penjual drum air, Richard yang berlokasi di Kampung Air Legenda Malaka, Batam Center, Batam, Selasa, 10 Maret 2020.

Dikatakannya, ada dua jenis drum yang dijual ditempatnya yakni drum ukuran 200 liter yang bisa digunakan untuk di rumah dan drum ukuran 1000 liter yang biasa digunakan di hotel-hotel dan penginapan.

“Untuk drum ukuran 200 liter ada dua pilihan warna yang disediakan. Pertama drum warna abu-abu dijual dengan harga Rp 190 ribu, sementara drum yang berwarna biru harganya lebih murah sedikit yakni sebesar Rp 180 ribu perbuahnya. Sedangkan untuk drum ukuran 1000 liter, harga persatuannya sebesar Rp 1 juta,” jelasnya.

Lanjutnya, karena tingginya permintaan masyarakat mengakibatkan stock drum air di tempatnya semakin menipis jumlahnya. Bahkan diperkirakan stock drum yang ada hanya mampu bertahan sampai empat hari kedepan.

Loading...

“Stock drum air yang kami miliki hanya sampai empat hari kedepan. Dan, kami juga telah meminta ke pemasok drum langganan kami untuk secepatnya ditambah lagi pasokan drumnya,” imbuhnya.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwasanya ATB akan melakukan penggiliran air ke rumah warga pada minggu kedua bulan Maret 2020, dengan skenario 2-5. 

“Artinya, operasional di waduk Duriangkang akan berhenti selama 2 hari, dan akan berjalan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus beberapa waktu yang lalu.

Dikatakannya, program penggiliran ini akan berdampak kepada sekitar 228.900 pelanggan yang dilayani melalui waduk tersebut. Tidak hanya berdampak pada 196.000 pelanggan domestik, penggiliran suplai juga akan berimbas pada 2.900 pelanggan Industri dan 30 ribu pelanggan Komersil.

Adapun daerah yang akan terdampak penggiliran meliputi Tanjungpiayu, Mukakuning, Sagulung, Batuaji, Tanjunguncang, Marina, Batam Centre, Nagoya, Jodoh, Bengkong, Batuampar, Kabil, Punggur dan sekitarnya.
Pelanggan akan mengalami pemulihan suplai setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) kembali beroperasi. Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan suplai air pasca penggiliran sangat tergantung kepada perilaku konsumen. 

“ATB berharap, konsumen yang ada di area hulu (berdekatan dengan Instalasi Pengolahan Air) lebih bertoleransi, agar pengguna yang berada di ujung pipa atau tempat yang tinggi dapat segera mendapat aliran air setelah penggiliran selesai,” pungkasnya. (sal)

Loading...
Loading...
×