Rabu | 27 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

ALAMAK!!! Karena Batuk, Pria Ini Diusir Warga dari Kamar Kos

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah tweet yang menceritakan seorang pria diusir dari indekosnya di Jawa Barat karena batuk-batuk viral.

Pria tersebut diusir karena membuat warga indekosnya khawatir di tengah pandemi COVID-19.

Loading...

Cerita tersebut awalnya diunggah oleh TF (18). Lalu dibagikan oleh akun @farahadhst di Twitter pada Jumat, 24 April 2020 atas persetujuan TF. Hingga Ahad, 26 April 2020, cerita tersebut di-retweets oleh 9.700 pengguna Twitter dan disukai oleh 23,4 ribu akun. Tidak disebutkan di daerah Jawa Barat mana tepatnya peristiwa itu terjadi.

Berikut cuplikan dari cuitan tersebut:

Tadi ada bapak-bapak, enggak corona sih tapi dia batuk terus katanya. Dia baru sampai dari Medan 2 hari lalu ngekost di daerah sini juga baru-baru. Tapi ya wajar enggak sih habis perjalanan jauh terus batuk? Bisa aja mungkin lagi cape. Terus bapak ini juga ngelakuin self-quarantine sesuai yang dibilang pemerintah.

Dia tutup pintu sama jendela terus enggak pernah dibuka.

Loading...

Tapi tiap malem emang selalu batuk-batuk keras gitu, tapi kan sebenarnya mau corona ataupun enggak selama dia enggak keluar kan enggak jadi masalah. TF merupakan warga yang tinggal di dekat indekos pria tersebut. Ia mendapatkan informasi terkait pria itu dari ibunya. kumparan berhasil menghubungi TF untuk mengkonfirmasi ceritanya. Dia mengatakan, bapak dari Medan tersebut diusir dari kost-annya.”Sekitar jam 08.00 WIB pada Jumat, 24 April 2020 saya dibangunkan Ibu saya. Katanya Bapak itu mendadak harus pergi karena diusir, tutur TF kepada kumparan, Sabtu, 25 April 2020 Ia menambahkan, pria itu datang dari Medan. Ia pergi ke Jabar untuk menemui kakaknya. Akan tetapi rumah keluarganya tidak bisa menampung. Hingga akhirnya ia tinggal di indekos.

Akan tetapi, pemilik indekos mengusirnya karena riwayat batuk yang ia miliki. Padahal, pria itu baru dua hari tinggal di kamar indekosnya.

“Warga kos khawatir kalau Bapak itu terkena COVID-19, mereka risih hingga pada Jumat, 24 April 2020 pagi beliau disuruh untuk meninggalkan kos oleh para penghuni kos,” tegas TF. Kemudian, pria tersebut dijemput oleh temannya dengan berjalan kaki.

TF menyayangkan tindakan warga indekos yang mengusir pria tersebut tanpa adanya bukti medis yang menunjukkan ia positif COVID-19. (kumparan.com)

Loading...
Loading...