Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

BENGKALIS

Jangan Kucilkan Keluarga PDP, Kadis Kominfotik Bengkalis: Beri Dukungan Moril

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkalis – Kadis Kominfotik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri mengimbau agar masyarakat memberikan dukungan moril kepada keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang memiliki anggota keluarga dirawat atau meninggal dunia, jangan sebaliknya, justru dikucilkan.

Hal ini disampaikan Johan dalam website resmi Diskominfotik, Kamis, 23 April 2020.

Loading...

Mengingat masih banyaknya masyarakat yang langsung panik bila mendengar ada PDP Covid-19 yang dirawat. Terlebih lagi jika PDP tersebut bertempat tinggal di sekitar mereka.

“Namun, kita tentu harus tetap mengindahkan atau mematuhi protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19. Seperti gunakan masker dan physical distancing (menjaga jarak aman saat berinteraksi),” imbau Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis ini.

Bahkan katanya, ada yang langsung memutus tali silaturahmi yang sudah terbina dengan baik selama ini, lantaran salah seorang anggota keluarga dirawat di rumah sakit dan berstatus PDP Covid-19.

“Dalam situasi seperti ini kita justru harus bersatu. Harus saling menguatkan dan bahu-membahu, sehingga bisa bersama-sama melawan Covid-19, karena Covid-19 adalah musuh kita bersama,” katanya lagi.

Loading...

Ada Tiga Definisi PDP

Johan menjelaskan, sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) Revisi ke-4 Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, ada 3 defisini PDP Covid-19.

Pertama, orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥38 derajat Celcius) atau riwayat demam, disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan, serta pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.

Kedua, orang dengan demam (≥38 derajat Celcius) atau riwayat demam atau ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi Covid-19.

Dan ketiga, orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

“Jadi, bisa saja seseorang terkategori PDP Covid-19 lantaran hanya memenuhi definisi ketiga. Demikian pula dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 dan keluarganya,” tutup Johan mengakhiri. 
(juny/diskominfotik)

Loading...
Loading...