Rabu | 20 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Langkah-langkah Anies Terapkan PSBB di Jakarta

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi provinsi pertama yang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Penerapan PSBB ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/239/2020 Tentang Penetapan PSBB di Wilayah Provinsi DKI Jakarta, secara efektif diterapkan pada hari Jumat, 10 April 2020.

Loading...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya menyiapkan bantuan sosial pangan untuk warga miskin dan rentan miskin yang terdampak atas PSBB dan kondisi perekonomian yang turun akibat wabah Covid-19 di Jakarta.

“Jadi, Pemprov DKI bersama TNI dan Kepolisian, insyaAllah mulai hari Kamis yang akan datang, lusa akan mulai memfasilitasi distribusi sembako kepada masyarakat di kawasan padat dan masyarakat yang memiliki kebutuhan,” jelas Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, Selasa.

Gubernur Anies menambahkan pendistribusian bantuan sosial pangan ini akan dilakukan secara bersama-sama, yakni jajaran Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan TNI dan Polri. Bantuan sosial pangan akan diberikan secara gratis ke seluruh masyarakat yang ditargetkan mendapatkan bantuan, di mana pendistribusiannya langsung pada tingkat Rukun Warga (RW) di Jakarta.

“Itu akan dilakukan dengan memegang prinsip physical distancing dan itu dilakukan sampai ke RW, jadi kita bisa menjaga sampai ke level RW,” ujarnya.

Loading...

Pemprov DKI dengan seluruh jajaran BUMD pun menyiapkan fasilitas lewat Pasar Jaya untuk belanja melalui jarak jauh. Ini sudah berjalan selama beberapa minggu di 105 pasar di seluruh Jakarta

Di samping itu, Gubernur Anies juga meminta masyarakat untuk menaati ketentuan-ketentuan PSBB yang diterapkan di seluruh wilayah Jakarta.

Semua warga perlu menjaga sama-sama keselamatan seluruh warga, dimana akan sangat terganti pada kedisiplinan melaksanaan pengurangan interaksi ini. Jadi ini penting sekali bagi semua untuk mentaati.

“Kita semua menyadari, persoalan penyebaran Covid-19 membutuhkan kerja sama semua pihak untuk bisa mengendalikan penyebaran ini. Karena penyebarannya dari orang ke orang. Itu sebabnya interaksi antar orang penting sekali untuk dibatasi,” terangnya.

Anies juga mengatakan, bahwa secara prinsip, selama ini Provinsi DKI Jakarta sudah melaksanakan pembatasan sosial di Jakarta selama kurang lebih tiga pekan.

“Kegiatan belajar akan terus seperti kemarin tidak dilakukan di sekolah tapi di rumah. Semua fasilitas umum tutup, baik itu milik pemerintah maupun milik masyarakat; (antara lain) taman, balai pertemuan, ruang RPTRA , Gedung Olah Raha, Museum, semuanya tutup,” tuturnya.

Kemudian, terkait dengan kegiatan sosial budaya juga sama. DKI akan membatasi itu. “Pernikahan tidak di larang, tetapi di lakukan di Kantor Urusan Agama, kemudian resepsi ditiadakan. Begitu juga dengan kegiatan kegiatan perayaan lain seperti kegiatan ritual khitan tapi perataannya ditiadakan,” ucap Anies menambahkan.

Anies juga kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menaati kebijakan yang telah ditetapkan untuk kepentingan bersama tersebut. Pemerintah dalam hal ini pemprov bersama TNI dan polisi akan melakukan semua langkah dengan tegas. (republika.co.id)

Loading...
Loading...