Kamis | 21 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Foto Tanpa Hijab, Jadi Awal Pencabulan Guru Pesantren yang Berlangsung Selama 4 Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Ep (36), guru di pesantren ditangkap polisi karena melakukan tindakan asusila terhadap santriwatinya.

Saat awal melakukan pelecehan seksual di pesantren yang berada di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, usia korban 14 tahun.

Loading...

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan aksi tersebut telah dilakukan Ep selama 4 tahun, mulai dari tahun 2016 hingga awal tahun 2020.

Dijelaskannya tindakan asusila ini terjadi berawal pelaku melakukan foto terhadap korban. Saat itu, pelaku meminta korban untuk tidak menggunakan hijab. Padahal aturannya, santri tidak diperbolehkan berfoto tanpa hijab.

Karena sudah memperoleh foto tanpa hijab, pelaku mengancam korbannya. Dibawah ketakutan, pelaku akhirnya bisa mengabadikan momen korban tanpa busana.

“Dengan ancaman akan menyebarluaskan foto itu, pelaku menyetubuhi korbannya itu,” kata Hendra, di Polresta Bandung seperti dikutip di republika.co.id, Selasa, 26 Mei 2020.

Loading...

Saat ini, kata Hendra lebih jauh, penyidik terus mengembangkan kasus pelecehan seksual ini. Dan tidak tertutup kemungkinan akan adanya korban lainnya.

Disebutkannya, petugas sedang mendalami di komputer ini atau pun di laptop barang bukti. Dan kita masih terus mengembangkannya dari darang bukti yang ada ini.

“Tidak menutup kemungkinan bahwa ada korban lainnya dari kasus asusila tersebut,” sebutnya.

Hendra menyebutkan korban saat ini kondisinya trauma. “Korban dapat bantuan atau bimbingan konseling. Mudah-mudahan kondisinya dapat normal,” kata dia.

EP mengaku sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Dia mengakui pula, melakukan tindakan asusila tersebut karena khilaf.

“Iya khilaf, saya sudah punya anak perempuan dan laki-laki,” kata dia lagi.

Polisi menjerat EP dengan Pasal 81 ayat 3 dan atau Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang persetubuhan dilakukan oleh tenaga pendidik, juncto Pasal 64 KUHP. (***)

Loading...
Loading...