Senin | 01 Juni 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Hecker ‘Curi’ Ratusan Juta Data Pemilih Indonesia, Viryan: Bukan Hasil Perentasan Situs KPU

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantas situs resminya direntas.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan data yang beredar di media sosial (medsos) itu merupakan data pihak ketiga.

Loading...

Ia menjelaskan data yang ada pada pihak ketiga itu merupakan kewajiban penyelenggara pemilihan umum untuk menyerahkannya.

“KPU memang wajib menyerahkannya kepada mereka sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012 Pasal 38 Ayat 5,” kata Viryan dalam konferensi pers virtual yang dikutip di tempo.co, Jumat, 22 Mei 2020.

Menurut Viryan, KPU telah berkoordinasi dengan unit cybercrime Mabes Polri dan Badan Siber dan Sandi Negara untuk mencari pelaku penyebar DPT tersebut.

Viryan berujar data yang bocor itu merupakan DPT Pemilu 2014, bukan DPT Pemilu 2019.

Loading...

Sebelumnya, akun Twitter @underthebreach mengunggah tangkapan layar dari salah satu situs yang mengklaim memiliki data daftar pemilih tetap pemilu 2014.

Menurut akun tersebut, peretas mengambil data tersebut dari situs KPU pada 2013. Adapun data DPT 2014 yang mereka ambil berupa file berformat PDF. Peretas mengklaim memiliki 2,3 juta data kependudukan.

Dari gambar yang diunggah, data tersebut berisi kolom nama lengkap, nomor kartu keluarga, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, alamat rumah, dan Informasi pribadi lainnya. (***)

Loading...
Loading...