Senin | 30 November 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Penangguhan Ditolak, Polisi Tahan Jurnalis Atas Tuduhan Pelanggaran UU ITE

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mantan Pemimpin Redaksi banjarhits.id, Diananta Putra Sumedi resmi ditahan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan, Senin, 4 Mei 2020.

Sebelum melakukan penahanan, penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel melakukan pemeriksaan selama empat jam dan menolak permintaan penangguhan penahanan tersangka.

Loading...

“Hari ini diperiksa sebagai tersangka. Pemeriksaan selesai jam 12.00 WIB, kita nunggu sampai 5.30 WIB (sore), baru diterbitkan perintah penahanan,” kata pengacara Diananta, Bujino A. Salam seperti yang dilangsir di tempo.co, Selasa, 5 Mei 2020 dinihari.

Bujino mengaku prihatin karena upaya hukum yang dilakukannya untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan ditolak.

Adapun yang menjadi bahan penolakan, penyidik khawatir tersangka akan mengulangi perbuatan itu, melarikan diri dan atau menghilangkan barang bukti dari tuduhan yang disangkakan.

Dalam melakukan penahanan ini, petugas mengenakan tuduhan pelanggaran UU ITE terhadap sebuah berita berjudul ‘Tanah Dirampas Jhonlin, Dayak Mengadu ke Polda Kalsel’.

Loading...

Yang bertindak sebagai pelapor adalah Sukirman dari Majelis Umat Kepercayaan Kaharingan. Ia menilai pemberitaan banjarhits.id menimbulkan kebencian karena kental bermuatan sentimen kesukuan.

mengenai pemberitaan ini, kata Bujino, sudah menjadi konsumsi dari lembaga resmi yang menaungi media yakni Dewan Pers (DP). Dan pada Kamis, 9 Januari 2020 lalu, DP melakukan memediasi seluruh pihak terkait.

Melalui Surat Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor 4/PPR-DP/11/2020 merekomendasikan beberapa hal, seperti agar teradu hanya melayani hak jawab dari pengadu dan menjelaskan persoalan pencabutan berita.

“Namun entah mengapa kasus itu berlanjut ke kepolisian. Seharusnya masalah ini bisa selesai di Dewan Pers,” katanya. (tempo.co)

Loading...
Loading...