Senin | 01 Juni 2020 |
×

Pencarian

RAGAM

Seekor Bayi Jerapah Lahir di Bali dan Diberi Nama Corona

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bali – Seekor bayi jerapah lahir pada 9 April 2020 lalu. dan karena kelahirannya ditengah pandemi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar memberi nama Corona.

Melalui CCTV, Yohana Kusumaningtyas, selaku tim dokter hewan Taman Safari Indonesia (TSI) Group menjelaskan bahwa bayi jerapah itu lahir dari pasangan induk bernama Shopie dan pejantan bernama Matadi.

Loading...

“Setelah dua jam Sophie mengalami kontraksi, lahirlah bayi jerapah dalam kondisi yang sehat. Selang beberapa waktu tampak respon positif dari Sophie yang menjilati Corona. Ini merupakan pertanda bahwa ia menunjukkan perhatian baik terhadap bayinya,” kata Yohana, Jumat, 22 Mei 2020.

Yohana menceritakan, jerapah Sophie mengalami masa kehamilan selama kurang lebih 15 bulan. Sejak awal kehamilan, kondisi Sophie selalu dipantau oleh keeper (perawat satwa), dokter hewan, dan asisten kurator. Mereka rutin memeriksa kondisi kehamilan dan kesehatan Sophie setiap hari.

“Kami memberikan perawatan terbaik dan pakan berkualitas seperti, wortel, kacang panjang dan daun kaliandra untuk indukan jerapah selama masa kehamilan hingga nanti menyusui. Bayi jerapah masih menyusu sejak kelahiran hingga usia empat bulan,” imbuh Yohana.

Bayi jerapah corona di bali

Loading...

Jerapah Giraffa camelopardalis merupakan jenis endemik Afrika dan merupakan spesies hewan tertinggi yang hidup di darat.

Tinggi jerapah jantan dapat mencapai 4,8 sampai 5,5 meter dengan berat hingga mencapai 1.360 kilogram. Kemudian, untuk jerapah betina biasanya sedikit lebih pendek dan lebih ringan.

“Saat ini, Corona dalam kondisi sehat. Ia masih berada dalam pengasuhan langsung oleh induknya Sopfie,” ujar Yohana.

Selain itu, dengan adanya tambahan satu ekor jerapah, maka total jumlah jerapah di Bali Safari menjadi 5 ekor, yang terdiri dari 2 jantan dan 3 betina.

Saat ini, Bali Safari Park masih ditutup sementara dalam rangka mencegah mata rantai penyebaran Covid-19 sejak 23 Maret 2020 lalu. Sementara program konservasi satwa tetap berjalan di Bali Safari.

Termasuk salah satunya adalah pengembangbiakan satwa dan perawatannya. Satwa-satwa tetap diberi pakan secara rutin dan normal. Kondisinya pun selalu dimonitor tim medis.

“Terlebih lagi, satwa hamil yang wajib mendapatkan perawatan esktra demi kesehatan bayinya. Begitu pula dengan anakan satwa seperti Corona yang mendapat perawatan ekstra agar kesehatannya tetap terjaga,” ujar Yohana.

“Sehingga nantinya mampu berbaur dengan kawanan jerapah lainnya di Bali Safari. Selama Bali Safari tutup sementara, perkembangan Corona akan selalu dikabarkan melalui akun media sosial resmi Bali Safari. Dengan begitu, masyarakat tetap keep in touch dengan baby jerapah yang lucu dan menggemaskan ini, hingga nanti bisa bertemu langsung setelah Bali Safari dibuka kembali menerima pengunjung,” ujar Yohana. (merdeka.com)

Loading...
Loading...