Minggu | 06 Desember 2020 |
×

Pencarian

HEADLINE

Semboyan ‘Nelayan Anambas Kompak Menuju Sejahtera’ Bergema di Hari Nelayan Ke-47

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas memperingati Hari Nelayan Nasional (HNN) ke-47 yang jatuh pada 21 Mei 2020.

Peringatan yang mengambil tema ‘Nelayan Anambas Kompak Menuju Sejahtera’ itu, dihadiri sejumlah pimpinan instansi vertikal seperti Kapolres dan Komandan Lanal Tarempa.

Loading...

Ketua Harian HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas M. Yusuf, mengatakan kekompakkan nelayan sangat penting demi terwujudnya kesejahteraan nelayan khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Dengan kekompakan nelayan, maka perhatian lembaga, instansi dan kantor yang berkepentingan di sektor Kelautan dan Perikanan, bisa lebih besar dan pada akhirnya lebih memudahkan terwujudnya kesejahteraan nelayan, khususnya nelayan di Kepulauan Anambas,” ujar pria yang akrab disapa Osop itu, di pelabuhan nelayan, Tanjung, Tarempa Selatan, Kamis 21 Mai 2020.

Menurutnya, HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas sangat memahami bahwa persoalan nelayan sangat komplek, mulai dari persoalan hilir hingga ke hulu. Antara lain, sebutnya, persoalan nelayan dimulai dengan kepastian harga ikan, pemasaran hasil produksi perikanan, masih minimnya armada tangkap maupun sarana dan prasarana tangkap untuk bersaing dengan nelayan dari daerah-daerah lain.

Permasalahan itu, kata Osop, makin sulit diatasi dengan minimnya infrastruktur perikanan, pelanggaran zona tangkap kapal-kapal penangkapan ikan diatas 30 GT dari luar daerah, dan penangkapan ikan secara ilegal yang dilakukan oleh Kapal Ikan Asing.

Loading...

“Hal tersebut bukan hanya mengancam mata pencarian nelayan kita tetapi sudah sampai tahapan kepada ancaman keselamatan nelayan saat di laut,” sebut dia.

Yang lebih disayangkan, sebut Osop lagi adalah, masih adanya masyarakat yang menangkap ikan dengan menggunakan bom dan potasuim. Tentu ini akan berdampak pada kerusakan ekosistem sumber daya perikanan.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan kondisi wilayah Kepulauan Anambas yang lautnya sekitar 98.65 % dari daratan, ditambah lagi dengan terumbu karang yang begitu luas, Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki pontesi perikanan yang begitu besar, yang jikalau dikelola dengan baik dan serius, akan memudahkan nelayan lebih sejahterah.

“Saya kira dengan potensi perikanan yang begitu besar, seharusnya nelayan di kabupaten Kepulauan Anambas yang berjumlah 4.435 jiwa, hidupnya lebih baik dari pada sekarang,” katanya lagi.

Lantaran itu ia berharap, dalam memperingati hari nelayan nasional di tengah pandemi Covid-19, dapat menjadi renungan dan evaluasi kepada pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan nelayan.

Pada kesempatan itu, M Yusuf juga menambahkan, bahwa nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas mencari ikan dengan pompong ukuran 5-8 GT dari puluhan Mil sampai ratusan Mil hingga di perbatasan negara tetangga seperti Malaysia. Hal tersebut dikarenakan memang beberapa tahun kebelakang tangkapan nelayan terus mengalami penurunan.

“Kami berharap ke depan nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas bisa sejahtera dengan potensi alam yang begitu luar biasa, karena kami punya moto nelayan sejahtera negara kuat. Kesejahteraan nelayan tidak akan dapat terwujud tanpa dukungan pemerintah dan seluruh pihak,” tambahnya lagi.

Osop juga juga menyampaikan terimakasih kepada Lanal Tarempa dan Kadis Perikanan Anambas dalam beberapa bulan terakhir dengan situasi Covid-19, telah membantu nelayan untuk mencari solusi terkait persoalan harga ikan dan pemasaran hasil produksi perikanan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Cakhyo Dipo Alam, Komandan Lanal Tarempa, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas, Effi Sjuzairi, Jasril Jamal Anggota DRPD Kabupaten Kepulauan Anambas. (refi)

Loading...
Loading...