Kamis | 03 Desember 2020 |
×

Pencarian

INSPIRASI

Tulusnya Pengorbanan Ibu Satu Mata untuk Anak Tercinta

Kisah ini disadur dari successbefore30.co.id. Dalam kisah ini akan membuka mata hati kita terhadap orang tua, khususnya Ibu. Semoga cerita sigkat ini mampu memberikan lantera hati kita untuk tunduk dan patuh dengan menyayangi Ibu.

Diceritakan seorang anak punya Ibu yang hanya memiliki satu mata. Dalam pertumbuhannya sebagai seorang mahkluk hidup, ia sangat membenci Ibunya. Hal ini, karena sang Ibu hanya memiliki satu mata.

Loading...

Si anak benci perhatian tak diundang yang didapatkannya ketika berada di sekolah. Ia juga benci bagaimana anak-anak lain menatapnya dan memalingkan muka dengan jijik.

Ibunya ini bekerja dengan dua pekerjaan untuk menafkahi keluarga, tetapi aku justru malu dengan keadaannya dan tidak ingin terlihat sedang bersamanya.

Setiap kali ibunya datang untuk mengunjunginya di sekolah, rasanya ia ingin menghilang. Ia merasakan gelombang kebencian terhadap wanita yang membuatnya menjadi bahan tertawaan sekolah.

Pada suatu waktu, ketika ia ingin meluapkan kemarahan ekstrim, ia bahkan pernah mengatakan kepada ibunya bahwa ia ingin Ibunya itu mati. Ia benar-benar tidak peduli tentang perasaannya.

Loading...

Setelah si anak tumbuh dewasa, ia melakukan apapun sekuat tenaga untuk menjauhkan diri dari ibunya. Ia belajar dengan keras dan mendapat pekerjaan di luar negeri, jadi ia tidak akan bertemu dengan Ibunya.

Lalu, ia menikah dan mulai membesarkan keluarganya sendiri. Sehingga, ia sibuk dengan pekerjaan dan keluarga, demi menyediakan kehidupan yang nyaman untuk anak-anaknya. Si anak ini bahkan tidak memikirkan ibunya lagi.

Satu masa, ibunya datang untuk mengunjungi rumahnya. Wajah bermata satu Ibunya itu membuat anak-anaknya jadi takut. Si anak ini marah pada ibunya karena muncul mendadak dan melarang Ibunya masuk.

“Jangan pernah kembali ke rumah saya dan kehidupan keluarga baru saya..!”. hardik anak ini berteriak, tapi ibunya hanya diam dan meminta maaf, lalu pergi tanpa mampu berkata-kata lagi.

Pada suatu ketika, sebuah undangan untuk reuni sekolah tinggi membawa si anak kembali ke kampung halaman setelah puluhan tahun lamanya.

Ia tidak bisa menolak berkendara melewati rumah masa kecilnya dan mampir ke gubuk tua tersebut. Tetangganya mengatakan ibunya sudah meninggal dan meninggalkan surat untuknya.

Beginilah isi surat ibu :

Anakku sayang :

Ibu harus memulai surat ini dengan meminta maaf karena telah mengunjungi rumahmu tanpa pemberitahuan dan menakuti anak-anakmu yang cantik. Ibu juga sangat menyesal karena ibu adalah wanita yang memalukan dan sumber penghinaan bagimu, ketika kamu masih kecil sampai tumbuh dewasa.

Ibu sudah mengetahui bahwa kamu pasti akan datang kembali ke kota ini untuk reuni sekolah. Ibu mungkin tidak lagi berada di tempat ini ketika nanti kamu datang, dan ibu pikir itu adalah waktu yang tepat untuk memberitahumu sebuah insiden yang terjadi ketika kamu masih kecil.

Tahukah kamu, anakku sayang? Kamu mengalami sebuah kecelakaan dan kehilangan satu mata. Ibu sangat terpukul karena terus memikirkan bagaimana nasib anakku apabila anak ibu tercinta tumbuh hanya dengan satu mata. Ibu ingin kamu dapat melihat dunia yang indah dengan sempurna, jadi ibu memberikan padamu sebelah mata ibu.

Anakku sayang, ibu selalu memilikimu dan akan selalu mencintaimu dari lubuk hati ibu yang terdalam. Ibu tidak pernah menyesali keputusan ibu untuk memberikan mata ibu. Dan ibu merasa tenang ketika ibu mampu memberikan kamu kemampuan untuk menikmati hidup yang lengkap.

Dari : Ibumu tersayang.”

Setelah membaca surat dari ibu, air mata si anak itu pun menetes. Ia sangat menyesal. Dirinya selalu menyalahkan dirinya sendiri. Mengapa dulu ia tidak pernah sedikitpun bersikap baik pada ibunya. Bahkan ia tega menghilangkan diri Ibunya dari kehidupannya, padahal ibu selalu ada untuk membantunya. (***)

Loading...
Loading...