Senin | 01 Juni 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

WOW… Setelah Bobol 91 Juta Pengguna Tokopedia, Hecker ‘Curi’ 2,3 Juta Data Penduduk Indonesia di KPU

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 2,3 juta data pemilih di Indonesia di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibobol hacker.

Sebelum membobol data penduduk Indonesia ini, memberitahukan telah melakukan hal yang sama terhadap data akun sebanyak 91 juta pengguna tokopedia.

Loading...

Informasi mengenai pembobolan ini pertama sekali dikabarkan oleh akun @underthebreach. Sedangkan Under the Breach sendiri merupakan akun di Twitter yang cukup aktif memonitor aktivitas hacker, terutama yang berhubungan dengan kebocoran atau penjualan data pribadi di dark web.

“Aktor (hacker) membocorkan informasi 2,3 juta warga Indonesia. Data termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir dan lainnya,” cetus mereka seperti dikutip di detik.com.

Data yang dijebol disebut adalah data yang diperoleh dari 2013 lalu. Bahkan tak hanya itu, sang hacker mengaku akan segera membocorkan 200 juta data lagi. Berarti jika benar, jumlah 2,3 juta data tersebut baru merupakan sampel.

Sang hacker dalam tangkapan screenshot Under the Breach menyebut bahwa data ini sangat berguna bagi mereka yang ingin membuat nomor (ponsel) di Indonesia.

Loading...

“Anda butuh nomor NIK dan KK untuk melakukan registrasi. Atau (bisa juga) dipakai untuk menambang data nomor telepon dari Indonesia,” sebut sang penjual data itu di sebuah forum hacker.

Pelaku mengklaim mendapatkannya langsung dari KPU dan dalam bentuk PDF. “Saya mendapatkan lebih dari 200 juta data kependudukan Indonesia, yang akan segera saya bagikan,” tulisnya lagi.

Saat dilihat dalam contoh data yang diposting, data yang dijebol ini adalah data KPU tahun 2014 lengkap dengan logo KPU yang berada di bagian kop surat.

Saat ini, sudah ada sejumlah netizen menanggapi cuitan @underthebreach dan melaporkannya ke Kominfo, KPU sendiri serta beberapa akun resmi pemerintahan lain. (***)

Loading...
Loading...