Senin | 26 Oktober 2020 |
×

Pencarian

PASBAR

APD Numpuk di Gudang Farmasi Dinkes Pasbar, Dewan Kecewa Belum Disalurkan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pasbar – Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat melakukan sidak pada Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Jumat, 12 Juni 2020.

Anggota DPRD Pasaman Barat kecewa melihat tumpukan Alat Pelindung Diri (APD) senilai Rp 2,1 Milyar yang di perkirakan baru sampai beberapa hari belakangan dan belum di salurkan. Padahal masyarakat dan petugas medis sangat membutuhkannya.

Loading...

Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni mengatakan mendapat informasi APD baru sampai dan menumpuk di gudang Farmasi Dinas Kesehatan Pasbar. Dan APD yang menumpuk tersebut belum disalurkan.

Ia mengaku kecewa APD yang baru datang ini belum disalurkan kepada yang membutuhkan. Padahal, menurutnya, Pasbar sudah dua kali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan, tambahnya, saat ini sudah memasuki pemberlakuan New Normal.

“Sebelumnya, banyak masyarakat dan petugas medis di Pasaman Barat sangat membutuhkan keberadaan APD saat bertugas untuk melawan dan pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya kepada wartawan

Anggota DPRD Pasaman Barat lainnya, Adriwilza (Fraksi Gerindra) dan Muhammad Guntara (Fraksi Nasdem) ikut memperhatikan tumpukan APD tersebut. Mereka terlihat berdiskusi dan mempertanyakan kenapa APD tersebut baru datang dan belum disalurkan.

Loading...

“Kita minta Dinas Kesehatan Pasbar bisa menjelaskan permasalahan ini, karena pembelian APD ini dari uang rakyat,” kata Muhammad Guntara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Jon Hardi menjelaskan uang senilai Rp2,1 Miliar itu digunakan untuk membeli 3000 box Masker bedah, 140 Pelindung wajah, Pelindung mata 150 buah, 1000 buah Apron, Sarung tangan non steril 1000 buah, Sarung tangan steril 1000 pasang, Cover all atau baju hazmat 1500 picis, 120 pasang sepatu bot, 1000 pasang penutup sepatu, dan 1000 picis penutup kepala.

“Barang-barang ini datang beberapa waktu lalu, dan sudah kita periksa bersama Inspektorat, selanjutnya akan dibagikan pada hari Senin depan,” Jelasnya.

Jon Hardi menegaskan, semua APD tersebut bukan digunakan untuk masyarakat umum, melainkan untuk kebutuhan petugas medis di seluruh Puskesmas Se Pasaman Barat dan RS Yarsi Simpang Empat Pasaman Barat. Hingga hari ini, katanya, stok APD di Puskesmas masih tersedia.

“Kedatangan APD ini sudah tepat, seiring dengan mulai menipisnya stok di gudang Puskesmas,” ujarnya.

Jon Hardi menjelaskan APD yang dibeli masih sangat dibutuhkan petugas medis selama masa new normal. Sebab, saat melayani masyarakat petugas medis harus memperhatikan Protokol Kesehatan dan menggunakan APD. Bahkan, jika dihitung Dinas Kesehatan Alat Pelindung Diri (APD) ini bisa memenuhi kebutuhan hingga Desember 2020 mendatang.

“Saya sudah Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. APD ini masih sangat dibutuhkan petugas hingga waktu yang panjang kedepannya,” tutupnya. (zoni)

Loading...
Loading...