Minggu | 29 November 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Kriminalisasi Nelayan, Menteri Edhy Prabowo Siap Pasang Badan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Penyalahgunaan Narkoba telah mengancam semua lini dalam kehidupan masyarakat, begitu juga dalam kehidupan nelayan di Indonesia.

Sempena memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengingatkan para nelayan terhadap ancaman kejahatan Narkoba.

Loading...

Menteri Edhy menutup mata apabila ada oknum nelayan yang turut terlibat dalam kejahatan narkotika. Namun Ia akan selalu pasang badan jika terjadi kriminalisasi terhadap nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan.

“Kita sama-sama jaga laut kita. Tapi kalau (nelayan)  ikut membantu penyelundupan narkoba, maaf itu sudah kejahatan kemanusiaan,” ujar Menteri Edhy usai mengikuti puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional secara daring di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020.

Pada kesempatan itu, Menteri Edhy menyampaikan Narkoba merupakan salah satu ancaman nyata bagi Indonesia, terutama generasi muda. Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), sepanjang 2019, prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 1,8%.

Menilik fakta tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo turut menyerukan perang terhadap narkoba. Bahkan, ia meminta para nelayan serta stakeholder sektor kelautan dan perikanan untuk bersama-sama memerangi narkoba.

Loading...

“Narkoba adalah musuh kita bersama dan perang terhadap narkoba harus terus kita gaungkan demi menyelamatkan generasi muda,” kata Menteri Edhy

Tidak lupa juga Menteri Edhy mengajak  generasi muda untuk makan ikan ketimbang mengonsumsi narkoba. Selain membuat tubuh menjadi sehat, ikan juga bisa meningkatkan imun di tengah pandemi Covid-19.

“Konsumsi narkoba no, konsumsi ikan yes,” kata Menteri Edhy.

HANI diperingati setiap tanggal 26 Juni. Tahun  ini dengan tema, “Hidup 100% di Era New Normal, Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia tanpa Narkoba”

Peringatan HANI sendiri digagas United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) sejak 26 Juni 1988 sebagai simbol perlawanan terhadap narkotika.(*/ml)

Loading...
Loading...