Minggu | 29 November 2020 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Awas Jangan Sembarangan Minum Obat Penurun Panas Jika Demam, Ini Alasannya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kebanyakan orang pasti akan langsung mengambil obat penurun panas ketika mendapati tubuh demam. Begitu juga dengan para orang tua akan segera beri obat demam untuk buah hati

Bahkan, ada juga para orang tua yang mengalami fobia atau panik berlebihan ketika sang anak demam.

Loading...

Walaupun kita sendiri merasa belum memahami benar apa itu demam.

Para orang tua ini khawatir sang buah hati bisa kejang, koma, buta, otaknya rusak, dan bahkan meninggal dunia akibat demam yang diderita.

Karena kekhawatiran yang berlebihan, banyak orang tua akhirnya langsung memberikan obat demam, termasuk bagi dirinya sendiri ketika mengalami panas tinggi.

Tidak jarang, obat penurun panas yang dikonsumsi atau diberikan bahkan hanya sesuai dengan perkiraan, tidak membaca anjuran pemakaian atau berkonsultasi dengan apoteker.

Loading...

Padahal, siapa saja dianjurkan untuk tidak boleh buru-buru minum obat saat demam.

Demam membantu tubuh memerangi penyakit

Dilansir dari buku Orangtua Cermat, Anak Sehat (2012) oleh dr Arifianto, SpA, demam membantu memerangi penyakit sehingga tidak perlu buru-buru menurunkan demam.

Saat seseorang demam, tubuhnya sedang melakukan perlawanan terhadap virus.

Hal yang harus dilakukan adalah mengamati terlebih dahulu perilaku orang yang mengalami demam.

Misalnya pada anak, apakah saat demam anak tampak tidak nyaman, rewel, menangis kesakitan, atau sebaliknya, masih dapat makan, minum, bermain, dan tidur nyaman?

Jika anak demam dengan kondisi yang masih tampak nyaman, tindakan yang sebaiknya dilakukan hanya observasi.

Hal itu dilakukan sampai suhu turun dengan sendirinya dan tidak perlu diberikan obat penurun panas.

Namun, jika anak demam dengan kondisi rewel dan tampak tidak nyaman, para orangtua dapat memberikannya obat demam.

Selain itu, baik anak-anak maupun orang dewasa dianggap perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut apabila suhu badan terukur lebih dari 38 derajat Celsius.

Jika sudah mencapai angka 40 derajat Celsius, demam yang dialami dapat dikategorikan sebagai demam yang berbahaya sehingga harus segera diberikan bantuan medis untuk mencegah kondisi berbahaya.

Melansir buku Mini Handbook Kesehatan Anak (2019) oleh dr Rendi AJI Prihaningtyas, dkk, suhu tubuh normal adalah 36,5–37,5 derajat Celsius.

Seseorang dikatakan demam jika memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius.

Saat masuk ke dalam tubuh, kuman akan mengeluarkan zat kimiawi yang beredar di dalam darah dan mencepai hipotalamus.

Salah satu fungsi hipotalamus adalah sebagai pusat pengatur suhu tubuh.

Saat hipotalamus mendeteksi adanya kuman, suhu tubuh akan dinaikkan, misalnya hingga 38,5 derajat Celsius.

Tujuan kenaikan suhu tubuh tersebut adalah agar kuman tidak nyaman berada di dalam tubuh.

Jadi, demam dapat dipahami sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi. (***)

Loading...
Loading...