Sabtu | 08 Agustus 2020 |
×

Pencarian

HEADLINE

Tersandung Kasus Kepabeanan, Bea Cukai Nilai Pengusaha Muda Batam, Putra Siregar Koperatif

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Terkait Tindak pidana Kepabeanan, pengusaha sukses asal Kota Batam Putra Siregar Pemilik PS Store ditetapkan Menjadi Tersangka.

Hal ini disampaikan bea cukai Jakarta dalam siaran pers di laman website www.kanwilbcjakarta.com.

Loading...

Namun, dilansir dari batamclick.com siang ini, siaran pers yang sudah di publikasikan tidak tersedia lagi.

Selain itu, unggahan foto beserta keterangan terkait Putra Siregar di akun Instagram bea cukai Jakarta di hapus juga. Namun kemudian diunggah kembali dengan  menghilangkan foto putra Siregar.

Putra Siregar Kooperatif

Sementara itu, Ricky M. Hanafie Kasi Bimbingan Kepatuhan dan Kehumasan, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta, membenarkan kalau Putra Siregar tersandung kasus tindak pidana kepabeanan.

Menurutnya, Putra Siregar juga telah  diserahterimakan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, bersama Barang Buktinya.

Loading...

Pengusaha muda tersebut diduga telah melakukan Pelanggaran Tindak Pidana Kepabeanan, UU No 17 tahun 2006 tentang perubahan dari UU No 10 tahun 1995 tentang Kepabenan.

“PS sangat kooperatif mengikuti tahapan demi tahapan dari penyelidikan, penyidikan hingga penyerahan ke Kejati DKI Jakarta,” ungkap Ricky.

Setelah melalui proses di Kanwil BC Jakarta, Selanjutnya menurut Ricky yang bersangkutan telah diserahterimakan ke kejaksaan.

Tapi sayang Ricky tidak menyinggung tentang penghapusan foto Putra Siregar di instagram resmi Kanwil BC Jakarta, begitu juga dengan pemberitaan di web resmi Kaneil BC Jakarta.

Klarifikasi Putra Siregar

Sementara itu, Putra Siregar melalui Akun Face book Putra Siregar, di Group Facebook Putra Siregar Merakyat, yang disiarkan secara langsung, Selasa, 28 Juli 2020 sekitar pukul 12.00 WIB, menjelaskan bahwa kejadian penangkapan terhadap dirinya terjadi pada tahun 2017 silam.

Dalam video langsung yang berdurasi 17 menit lewat 39 detik itu, Putra Siregar membeberkan kala itu ia masih bergabung dalam satu perusahaan.

“Aku dijebak, aku disuruh beli barang, oleh kawan aku sendiri, orangnya aku kenal banget, tapi begitu aku sampai, ternyata dia datang bersama petugas bea dan cukai, aku dijebak,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Putra Siregar mengaku sudah bertanggung jawab, bahkan menitipkan uang tabungannya sebesar Rp500 juta.

“Aku bertanggung jawab, aku bayar kerugian negara itu, padahal jumlahnya hanya 63 juta, tapi aku kasih jaminan lebih, bahkan uang tabunganku 500 juta aku titipkan,” jelasnya.

Putra mengaku hal itu merupakan persaingan usaha yang dijalaninya, karena banyak orang tidak suka melihat pengusaha pribumi berhasil.

“Beginilah kondisi negara kita, negara kita tidak dalam kondisi baik-baik saja, aku akan buka-bukaan semuanya, tentang aku dijebak, agar semua bisa tahu, apa sebenarnya yang terjadi,” ungkap Putra.

Bahkan Putra Siregar menyayangkan fotonya yang dipajang di Instagram milik Bea Dan Cukai Kanwil Jakarta, juga di website instansi tersebut.

“Ini pembunuhan karakter, sedangkan pembunuh saja, tak ditampilkan fotonya, atau diblur wajahnya, saya yang hanya masalah pabean, foto saya ditampilkan jelas-jelas, ini pembunuhan karakter,” tegas pemilik toko hape PStore tersebut.

Video penjelasan rinci itu akan diunggahnya secara langsung setelah ia menjalankan sholat Dzuhur. (***)

Loading...
Loading...