Minggu | 24 Januari 2021 |
×

Pencarian

BINTAN

Di Tahun 2020, Kinerja Kerja Bupati Bintan Sukses Keluarkan Desa Tertinggal Jadi Berkembang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Kinerja kerja Bupati Bintan, Apri Sujadi dalam memimpin Bintan telah membawa banyak perubahan positif. Perubahan yang benar-benar terlihat adalah Apri Sujadi telah membuat semua Desa tidak lagi tertinggal.

Dimana, berdasarkan paparan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan mencatat di tahun 2020 ini seluruh Desa di Kabupaten Bintan sudah tidak ada lagi yang menyandang status Desa Tertinggal.

Loading...

Hal ini sampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bintan Ronny Kartika, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Rony menjelaskan, grafik perkembangan seluruh Desa di Bintan juga mengalami perubahan yang signifikan selama lima tahun terakhir. Ini tentunya juga menjadi prestasi bagi desa-desa yang ada di seluruh Provinsi Kepri.

“Dulu tahun 2015, ada sembilan Desa dengan status sangat tertinggal. Kemudian lima belas Desa dengan status tertinggal. Namun pada tahun 2020 sudah tidak ada lagi,”

“Artinya, kita mencatat perkembangan desa yang signifikan, dari 36 desa di Bintan, 25 desa sudah menyandang status desa berkembang. Sisanya telah menyadang status desa maju. Ini tentunya menjadi prestasi bagi Kabupaten Bintan dibandingkan dengan daerah lainnya di Provinsi Kepri ” tambahnya.

Loading...

Bupati Bintan Apri Sujadi mengungkapkan, bahwa kurun waktu 5 tahun terakhir ada sekitar 500 milyar rupiah lebih dana yang digulirkan bagi kemajuan pembangunan desa. 300 milyar diantaranya merupakan ADD (Alokasi Dana Desa) dimana dana desa tersebut bersumber dari APBD Bintan yaitu minimal 10% dari DAU ditambah DBH setiap tahunnya.

“Jadi kurun waktu lima tahun ini, 300 milyar rupiah dana yang bergulir didesa itu berasal dari APBD Pemkab Bintan ” terangnya

Masih kata Apri, ditengah situasi pandemi Covid-19, hal yang paling penting bagi kemajuan daerah khususnya masyarakat desa adalah mewujudkan program recovery ekonomi dan padat karya. Ditambah lagi jelang Pilkada tahun 2021 dengan situasi pandemic Covid 19 yang sangat tidak memungkinkan bila fokus pemerintahan hanya pada sektor pembangunan.

“Mengingat situasi pandemic Covid-19 saat ini, sebaiknya lebih fokus pada program recovery ekonomi dibandingkan program pembangunan. Memang pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah – 5,32 %. Untuk Prov Kepri sendiri berada di angka – 6,66 % di kuartal ke II tahun 2020 ini,”Apri Menjabarkan.

“Jadi bagaimana pemerintah termasuk pemerintah desa kedepan sebaiknya dapat memberikan stimulus untuk perekonomian masyarakat sekitar, itu lebih penting. Tahun 2021, Kita tidak akan bicara masalah pembangunan, karena membangkitkan ekonomi masyarakat merupakan sebuah kewajiban, ” pungkasnya. (cb)

Loading...
Loading...