Kamis | 24 September 2020 |
×

Pencarian

PASBAR

Dukung Aktivitas Pengajian di Pendemi Covid-19, Julianto: Harus Sesuai dengan Protokol Kesehatan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pasbar – Bupati Pasaman Barat (Pasbar, Julianto sangat mendukung proses belajar mengaji di taman pengajian Alquran.

Hal ini disampaikan orang nomor satu di Pasbar tersebut saat menerima kunjungan Kepala Madrasah Diniyah Awaliyah Nurul Iman, Ophir, Selasa, 19 Agustus 2020.

Loading...

Pertemuan hangat antara Bupati Pasbar dengan pengajar ngaji itu berjalan hangat di rumah dinas Bupati di Simpang Empat Pasaman Barat.

Maksud kedatangan Kepala TPA/ MDA Nurul Iman Ophir bersama sekretaris Taman Pendidikan Alquran Ophir itu untuk bersilaturahmi sekaligus membicarakan tentang keadaan proses mengajar anak-anak dalam masa wabah copid-19.

Bupati mengatakan samngat priatin dengan situasi sekarang. Namun begitu, katanya, tidak boleh gegabah dan terlena dalam menghadapi wabah yang mendunia ini.

“Menghadapi masalah virus corona ini, tetaplah waspada dan ikuti protokol covid 19,” katanya dalam pembicaraan hangat tersebut.

Loading...

Lebih jauh dikatakannya, sebagai kepala ke pemerintahan, ia mendukung penuh kegiatan di TPA/ MDA Nurul Iman. Namun begitu, tambahnya jangan lupa untuk tetap jaga jarak dan jangan lupa cuci tangan.

“Kegiatan yang berlangsung di TPA/MDA Nurul Iman Ophir, tentunya sangat berguna bagi anak -anak,” kata Julianto.

Kepala TPA/MDA Harzoni atau pak Sutan pangilan akrabnya berharap dengan keberadaan TPA/MDA Nurul Iman Ophir ini adalah bentuk kepedulian kita buat aklaq dan moralitas anak- anak dan regenerasi kita kedepan.

“Kita juga prihatin dengan kondisi akhlak dan moral generasi sekarang. Yang mana anak-anak usia dini dan remaja banyak yang tidak bisa ngaji dan sholat lima waktu. Kalau ini dibiarkan, tentunya akan lebih parah regenerasi selanjutnya,” katanya.

Disampaikannya saat ini jumlah murid atau siswa yang belajar di TPA ini jumlahnya mencapai 45 orang. Dari jumlah ini, tambahnya, dibagi dalam tiga kelas.

Dan semenjak aktivitas pengajian ini dilaksanakan, katanya lebih jauh, dampak positif yang kita dapatkan adalah mengurangi ketergantungan anak terhadap teknologi, khususnya telepon pintar.

“Anak -anak kebih peduli dengan FB atau yuotube dari pada mendengar pangilan orang tuanya. Semoga dengan kegiatan ini, kita bisa bersama -sama untuk mengarahkan putra-putri kita ke jalan yang lebih baik,” ujar Sutan mengakhiri (zoni)

Loading...
Loading...