Sabtu | 19 September 2020 |
×

Pencarian

HEADLINE

HEBOH!!! Enam Penambang Emas Ilegal di Hulu Kuantan Tewas Tertimbun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Teluk Kuantan – Masyarakat Hulu Kuantan dihebohkan dengan beredarnya berita insiden tewasnya 6 orang Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) akibat tertimbun.

Tertimbunnya korban ini karena runtuhnya tanah dinding kolam galian tempat meraka beraktivitas di kawasan Simpang Tiga PT Udaya Lohjenawi, Desa Serosah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Jumat, 28 agustus 2020

Loading...

Informasi di lapangan, peristiwa terjadi sekitar jam 17.00 WIB. Saat itu, pekerja sudah mau melaksanakan pengambilan atau pengutipan emas, tiba tiba tanah dinding lokasi tempat mereka bekerja mengalami lonsor. Dengan kejadian itu mengakibatkan 6 orang dari 8 orang pekerja tertimbun dan tewas ditempat.

Seorang tokoh pemuda Desa Serosa Inisial D mengatakan kepada mediakepri.co.id insiden ini berawal dari dinding tanah sumur lokasi mereka melakukan aktivitas PETI mengalami longsor. Saat terjadi, mereka tidak bisa menyelamatkan diri, sehingga ke 6 orang pekerja tersebut tertimbun.

Lebih lanjut ia mengatakan melihat ada temannya yang tertimbun rekan kerjanya meminta bantuan kepada masyarakat untuk melakukan evakuasi terhadap rekannya yang tertimbun. Akibat lokasi runtuhnya dinding tanah tersebut sangat banyak, sehingga evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat sejenis excavator.

“Evakuasi dilakukan sore itu juga dengan menggunakan excavator, karena reruntuhannya sangat banyak, evakuasi korban selesai hingga pukul 23.00 wib dan korban berjumlah 6 orang berhasil ditemukan,” ucap tokoh masyarakat

Loading...

Setelah korban ditemukan, katanya, dilarikan Kerumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuansing untuk dilakukan otopsi. Setelah itu, diketahui identitas korban CP(30) Warga Bangko Kabupaten Merangin Jambi, PL (35) warga Bangko, AD (35) warga Bangko, PT (50) warga Pati Jawa Tengah,  TMB (40) warga Pati dan NP(32) warga Pati.

Selanjutnya, keenam korban dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing pukul 05.00 WIB, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Kapolres Kuansing, AKBP Hengky Poerwanto saat dihubungi wartawan membenarkan kejadian insiden tersebut,ia juga mengatakan kedua rekan yang selamat.

“Kita sudah jadikan tersangka, dan untuk pemilik mesin dan lokasi masih dalam penyidikan,” ucapnya (depriandi)

Loading...
Loading...