Kamis | 21 Januari 2021 |
×

Pencarian

NATUNA

Marzuki : “Ikan Napoleon Kebanggaan Masyarakat Natuna”

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kota apung , nama itu paten tersemat bagi sebuah daratan kecil dibagian Barat pulau Bunguran Natuna, dia adalah Sedanau. Dikatakan sebagai kota apung, konon dahulu kala Sedanau yang merupakan wilayah administrasi kecamatan Bunguran Barat ini, sangat ramai hilir mudik masyarakat dan menjadi pelabuhan strategis di masanya.

Sementara, rumah warga berjajar rapih memenuhi setiap bibir pantai hingga menjorok ke laut, jika dilihat dari udara, seakan rumah tersebut terapung di lautan. Itulah mengapa Sedanau disebut sebagai Kota Apung.

Loading...

Pulau Sedanau memiliki kehidupan masyarakat yang sangat harmonis, berlatar belakang keragaman adat istiadat, budaya, dan agama, yang hidup berdampingan dengan aman dan damai. Pulau ini juga memiliki segudang potensi alam yang menjadi daya tarik bagi pengunjungnya.

Salah satunya keberadaan keramba-keramba ikan yang ada di lingkungan rumah-rumah warga. Keramba yang berjumlah 500 petak lebih ini merupakan tempat penangkaran ikan-ikan, seperti ikan napoleon, ikan kerapu, lobster, yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat.

Marzuki, Ketua Komisi II DPRD Natuna mengatakan, ikan napoleon merupakan salah satu kebanggan masyarakat Natuna. Ikan napoleon merupakan ikan karang berukuran besar yang hanya dijumpai di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Bagi masyarakat Natuna, keberadaan ikan napoleon merupakan suatu anugerah tersendiri. Masyarakat Natuna tidak mengonsumsi ikan ini, karena harganya yang sangat mahal. Harganya yang mahal ini jugalah yang membuat sebagian masyarakat Natuna lebih tertarik untuk menjualnya.

Loading...

“Jika hasil tangkapan di laut atau saat pembudidayaan, [ikan] dalam keadaan mati, baru ikan tersebut dikonsumsi. Prioritas dibudidayakan untuk dijual, diekspor keluar negeri. Pemasaran ekspor ikan napoleon memiliki nilai jual tinggi di Hongkong,” kata Marzuki ,dilansir dari HMStimes .

Ia menerangkan, ikan napoleon yang bisa dijual saat ini hanyalah yang memiliki bobot sekitar satu hingga tiga kilogram. Jika bobotnya melebihi itu, maka ikan itu akan dimanfaatkan untuk pembibitan. Ikan ini juga selalu menjadi daya tarik bagi para penyelam ketika menikmati wisata alam bawah laut Kabupaten Natuna.

Selain itu, ikan napoleon juga menjadi salah satu wisata kuliner andalan yang ada di Natuna. Para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Natuna juga diperbolehkan untuk melihat secara langsung tempat pembudidayaan ikan napoleon, dan menikmati masakan olahannya dengan bumbu khas racikan masyarakat Natuna.

Juru masak di restoran-restoran di Pulau Sedanau sangat ahli mengolah kuliner berbahan baku ikan napoleon. “Biasanya dikukus dengan resep rempah-rempah lokal,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Basarudin, salah seorang pembudi daya ikan napoleon, yang memiliki 40 keramba. Ia mengaku siap melayani turis lokal maupun mancanegara yang ingin membeli ikan napoleon untuk langsung diolah menjadi masakan yang lezat.

“Alhamdulillah, dengan usaha budi daya ikan napoleon, bisa memberikan penghasilan tambahan selain melaut, memancing ikan tuna dan kerapu,” katanya.

Basarudin juga mengatakan budi daya ikan napoleon dapat dilakukan dengan pembibitan yang bisa diperoleh dari nelayan-nelayan yang khusus mencari bibit dengan harga Rp180 ribu untuk ukuran bibit lima hingga sepuluh sentimeter. (alfian)

Loading...
Loading...