Kamis | 28 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Perlu Diketahui, Ini Jenis Pelecehan Seksual di Dunia Maya yang Perlu Dipahami

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tanpa kita sadari, kedekatan kita sehari-hari di dunia maya lebih dekat ketimbang di dunia nyata. Apalagi saat masa pandemi kayak sekarang ini.

Namun perlu di waspadai, karena kecanggihan teknologi di dunia maya atau media sosial tak selamanya berdampak baik loh.

Loading...

Identitas dan data diri kita yang tersebar di internet bikin kita rentan jadi korban kejahatan, salah satunya adalah pelecehan seksual di ranah digital, yang kemudian disebut juga dengan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Ada beberapa jenis KBGO yang harus kita ketahui. Semakin kita pahami, maka kita akan semakin waspada dengan perilaku orang-orang di dunia virtual, juga mengantisipasi perilaku kita sendiri di dunia maya.

Waspada! Ini Jenis-jenis Pelecehan Seksual di Ranah Digital yang Harus Kamu Tahu dikutip dari sindonews.com.

  1. SexTing

Sexting adalah bentuk pelecehan seksual verbal yang banyak terjadi di ranah digital. Ini merupakan aktivitas mengirimkan atau mengunggah konten intim, seperti foto telanjang, atau setengah telanjang, juga pesan teks bermuatan seksual, tanpa persetujuan kedua belah pihak.

Loading...

Para pelaku ini biasanya banyak melancarkan aksinya di berbagai platform media sosial, termasuk platform yang mempertemukan orang asing (stranger). Nah, kalau ada seseorang, baik yang kamu kenal maupun yang gak kamu kenal, yang memulai percakapan berbau seks denganmu, tapi kamu gak mau melakukan itu dan dia tetap gak menghiraukan ketidakmauanmu, berarti dia sedang melecehkanmu. Jangan lanjutkan percakapan, ya! Segera blokir dan laporkan akun milik orang-orang seperti ini.

  1. Non Consensual Dissemination Of Intimate Images

Ini merupakan penyebaran foto, suara/audio, video, atau ujaran yang berisi konten seksual milik seseorang tanpa persetujuan orang tersebut. Salah satu bentuk yang sering kita dengar adalah revenge porn atau penyebaran konten intim milik seseorang sebagai bentuk balas dendam atau ancaman.

Banyak pelaku yang melakukan ini dengan motif mengancam kekasihnya, mulai dari memaksa supaya gak memutuskan hubungan sampai supaya mau melakukan hal sesuai dengan keinginan pelaku.

Kalau kamu gak sengaja menemukan konten yang mengindikasikan konten revenge porn, segera laporkan konten itu berikut akun pemiliknya, ya! Kalau pacarmu mengancammu dengan ancaman seperti ini, jangan takut! Segera laporkan ke pihak berwajib, dan selalu ingat bahwa kamu gak sendirian. (Baca Juga: 5 Bentuk Diskriminasi yang Sering Terjadi di Indonesia)

  1. Body Shaming

Kenapa body-shaming termasuk ke dalam KBGO? Karena selain menyerang aspek seksualitas, pelaku pelecehan di ranah digital juga kerap menyerang aspek gender. Bukan cuma di dunia nyata, di dunia virtual pun masih ada aja orang-orang yang mencela dan menghujat penampilan fisik seseorang karena dinilai gak sesuai standar masyarakat.

Misalnya, kalau cewek harus bertubuh langsing, berambut panjang, dan berpenampilan feminin dengan pakai gaun atau rok. Sementara cowok disebut-sebut harus bertubuh kekar, tinggi, pokoknya atletis, deh! Sebetulnya, itu semua omong kosong.

Kita gak bisa menilai kelayakan diri seseorang hanya dari penampilan fisiknya. Jadi, jangan kecil hati kalau ada aja netizen yang asal komentar di postingan-mu. Just be yourself!

  1. Scammer

Suka main dan berselancar di aplikasi kencan daring? Seru, ya? Tapi, jangan lupa buat selalu berhati-hati dan memilah kenalanmu karena kamu bisa jadi korban scamming! Scamming adalah aktivitas menipu seseorang lewat aplikasi kencan atau media sosial dengan cara membuat cerita palsu yang menarik simpati, kemudian membangun kepercayaan target, untuk akhirnya meminta uang.

Namanya juga dunia virtual, kita jadi gak bisa sungguh-sungguh mengenal siapa yang jadi lawan bicara kita. Semanis apa pun omongannya, setinggi apa pun janji manisnya, jangan langsung percaya, ya! Take your time buat mengenal dia, juga menelusuri latar belakangnya, sebelum melangkah ke hubungan yang lebih serius.

Setelah kamu tahu jenis-jenis ini, jangan lupa untuk selalu lakukan langkah preventif, ya. Salah satunya dengan gak terlalu banyak membagikan data dan informasi pribadi kamu di internet.

Kalau kamu melihat orang lain yang jadi korbannya, jangan lupa juga untuk menolongnya dengan cara melaporkan ke pihak berwajib, atau sesederhana membantu menekan tombol report/laporkan di akun milik pelaku. (Baca Juga: Mengulik Makna Bucin alias Budak Cinta dari Perspektif Sains)

Kalau kamu menjadi korban, atau kebetulan mengenal seseorang yang menjadi korban, ada beberapa kontak yang bisa kamu hubungi untuk mencari pertolongan, yaitu:

LBH APIK
[email protected]
021-8779 7289

Hollaback Hakarta
[email protected]

Koalisi Perempuan Indonesia
[email protected]
021-7918 3221/ 021-7918 3444

Komnas Perempuan
[email protected]
021-3903 963

Loading...
Loading...