Minggu | 20 September 2020 |
×

Pencarian

HEADLINE

Kejari Kuansing Geledah Kantor BPKAD dan Disperkim Kuansing

MEDIAKEPRI.CO.ID, Teluk Kuantan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melakukan penggeledahan kantor BPKAD dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim).

“Dari kedua kantor yang kami geledah hari ini, kami telah mendapatkan beberapa dokumen. Yang mana dokumen ini merupakan alat bukti dan bahan untuk menguatakan kami dalam melakukan penyidikan,” kata Kajari Kuansing, Hadiman, Rabu, 16 September 2020.

Loading...

Sebelumnya, tim kejaksaan ini melakukan penggeledahan Hotel Kuansing di Jalan Proklamasi Teluk Kuantan. Saat melakukan cek lokasi, Kejari di dampingi Kasi Pidsus Roni Saputra SH, Wakil Ketua Tim Penyidik yang juga Kasubag Bin Jefri Hardy SH, Kasi Intel Kicky Ariyanto SH, dan Kasubsi B Intelijen Teguh Prayogi SH.

Penggeledahan Ini dilakukan terkait kasus dugaan korupsi yang sedang di tangani pihak Kejari Kuansing.

Dalam penggeledahan ini, Kejari Kuansing juga membawa langsung Akuntan Register Negara, Muhammad Ansar, Konsultan Pengawas, Siwi Yudo serta PPTK kegiatan dari Dinas PUPR Kuansing, Alpion Hendra.

Hadiman bersama tim tiba sekitar pukul 10.00 wib. Mereka memeriksa satu persatu ruangan hotel yang saat ini masih terbengkalai dengan kondisi rusak parah.

Loading...

Mulai dari lantai bawah, sampai lantai dua. Kamar sebanyak 46 kamar, ruang sarapan, selasar hotel hingga ke gedung Pertemuan Abdul Rauf tempat penyimpanan sisa mubiler yang masih ada.

Menurut Hadiman yang juga Ketua Tim Penyidik mengatakan, dia turun bersama anggota tim penyidik, menindaklanjuti kasus dugaan korupsi pembangunan ruang pertemuan (mubiler) Hotel Kuansing tahun 2015 dengan pagu Rp12,5 miliar lebih.

Kasus ini sudah naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Pihaknya sendiri sudah memanggil dan memeriksa, lebih dari 20 orang sebagai saksi.

Dari hasil pemeriksaan itu, pekerjaan fisik pembangunan ruang pertemuan ini hanya mampu di selesaikan pihak PT. BP sebagai rekanan sekitar 44 persen lebih dengan nilai yang dibayarkan Rp5,3 miliar lebih. Tapi, pekerjaan ini sampai sekarang tidak pernah di putus kontraknya.

Kejari juga mengatakan, Akuntan Negara yang diikut sertakan ini bertugas untuk menghitung kerugian negara.

“Jika sudah final penghitungannya, maka satu atau dua hari setelah itu akan kita tetapkan tersangkanya. Dan akan kita sampaikan pada publik,” tegas Hadiman.

Dari hasil pengecekan ke Hotel Kuansing, sama-sama sudah di lihat tidak ada barang-barang mubiler ditemukan di lokasi. Semua itu sudah di catat pihak akuntan tinggal menghitung dugaan kerugian negara.

“Mudah-mudahan bisa cepat sehingga bisa kita tetapkan siapa tersangkanya dengan cepat pula,” ujar Hadiman. (depriandi)

Loading...
Loading...