Kamis | 22 Oktober 2020 |
×

Pencarian

HEADLINE

Paslon di Kepri Masih ‘Gagap’ Hadapi Pilkada Serentak 2020 di Tengah Pendemi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Masyarakat Provinsi Kepri jadi satu diantara sejumlah provinsi di Indonesia yang akan memilih pemimpin baru. Begitu juga masyarkat Batam, Karimun, Bintan, Lingga, Natuna dan Anambas. Penentuan kepala daerah ini akan ditentukan melalui pemilihan yang umum, lansung, bebas dan rahasia melalui Pilkada.

Dalam konsep pemilihan kepala daerah (Pilkada) ini sejatinya bukan hanya sekedar perebutan sebuah kekuasaan. Namun, bagaimana pasangan calon (Paslon) mencanangkan program kerja saat terpilih hingga akhir jabatannya. Selain itu, Paslon pun harus memiliki gagasan yang cerdas dan dibutuhkan masyarakatnya, tidak hanya sekedar janji.

Loading...

“Juga adu gagasan. Gagasan yang paling baik dan masuk akallah yang paling layak dipilih oleh rakyat,” ujar Ketua PWI Kepri saat ngobrol santai bersama Forum CEO Media Online di kawasan Batam center, Kamis, 1 Oktober 2020.

Menurut Pembina JMSI Kepri ini, setelah paslon yang akan bertarung sudah terang benderang, namun belum ada gagasan dari paslon untuk membangun daerah. “Gagasan itu belum ditularkan kepada rakyat melalui tim sukses masing-masing,” katanya

Yang terjadi baru sebatas rebutan panggung untuk menarik calon pemilih, tanpa uraian apa yang akan dikerjakan jika kelak terpilih memimpin daerah. Akibatnya, banyak janji terlontar, beberapa di antaranya kurang realistis dan tidak mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Paslon juga belum banyak menyesuaikan dengan situasi pandemi covid-19 ini,” ujar praktisi media ini

Loading...

Kampanye tatap muka, katanya lebih jauh, masih menjadi pilihan. Padahal cara itu rentan terjadi kerumunan yang bisa menjadi carier (pembawa) covid-19. Mestinya, paslon menyesuaikan metode kampanye virtual.

“Kampanye yang dilakukan Cawako Solo Gibran Rakabuming patut diapresiasi,” ucapnya mencontohkan.

Paslon dan timses sebaiknya juga lebih memaksimalkan kampanye atau penyampaian program melalui media, baik cetak, online, elektronik atau virtual. Cara sosialisasi dengan menggunakan media online ini keunggulannya minim sentuhan dari manusia ke manusia yang menjadi medium penyebaran covid-19.

Manfaatkan media online seluas-luasnya karena jangkauannya pun tak terbatas. Ingat pesan Presiden Jokowi, jangan sampai pilkada ini menyebabkan terjadinya cluster baru penyebaran pandemi covid-19. (eddy)

Loading...
Loading...