Sabtu | 31 Oktober 2020 |
×

Pencarian

BENGKALIS

Tolak UU Cipta Kerja, GEMPUR Unjuk Rasa di Gedung DPRD Bengkalis

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkalis – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Buruh dan Rakyat (GEMPUR) melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Bengkalis, Jl. Antara, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Selasa, 13 Oktober 2020.

Sebelum melaksanakan unjuk rasa dan orasi di depan Gedung DPRD, gabungan mahasiswa tersebut terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Tugu Jl. Jend. Sudirman Bengkalis.

Loading...

Koordinator unjuk rasa Fahrian Ramdhani, dalam orasinya meminta DPRD Bengkalis agar menyampaikan tuntutan mereka kepada DPR RI agar segera mencabut Omnibus Law/UU Cipta Kerja yang saat ini sangat meresahkan masyarakat Indonesia.

“Kami mendesak DPRD Bengkalis untuk mengawal Mahkamah Konstitusi (MK) agar mencabut Omnibus Law/UU Cipta Kerja. Atau mengambil langkah Oeninjauan Kembali (PK) dan meminta Presiden RI dan DPR RI untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah (Perpu) sebagai pengganti Omnibus Law/UU Cipta Kerja tersebut,” ungkapnya dalam orasi.

Kita hadir di sini, lanjutnya, bertujuan utk menyampaikan aspirasi dan meminta DPRD Bengkalis mendukung penolakan dan mencabut Omnibus Law / UU Cipta Kerja.

Mahasiswa tetap menuntut agar Anggota DPRD Bengkalis menolak Omnibus Law/ UU Cipta Kerja dan menyampaikan pernyataan sikapnya ke DPR RI dan Presiden.

Loading...

Mahasiswa menolak dengan tegas pengesahan RUU Cipta Kerja, karena bertentangan dengan UU No 15 Tahun 2019 Bab 2 Pasal 5 dan Bab ll pasal 96 tentang perubahan atas UU No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Selanjutnya, menolak upaya sentralisasi kekuasaan melalui konsep Omnibus Law RUU Cipta Kerja karena dianggap telah mencederai semangat reformasi.

Lalu menolak penghapusan hak pekerja meliputi jaminan pekerjaan, jaminan pendapatan, dan jaminan sosial sesuai UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Mahasiswa juga menolak penyederhanaan izin investasi yang berdampak pada kerusakan lingkungan sesuai dengan UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Untuk itu, mahasiswa mendesak pemerintah agar membuka ruang partisipasi untuk masyarakat dalam setiap penyusunan dan perubahan kebijakan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, H. Khairul Umam didampingi, Sanusi, H. Zahraini B dan Sekretaris Dewan H. Radius Akima menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa atas semangat dalam menyampaikan aspirasi dengan damai.

“Kami menerima setiap aspirasi dari mahasiswa dan selanjutnya akan meneruskannya kepada DPRD Provinsi Riau,” ujarnya.

Berkenaan dengan UU Cipta Kerja, ia mengatakan, hal tersebut merupakan produk dari pusat, jadi kami hanya bisa menerima aspirasi untuk diteruskan ke pusat. 

“Mari kita secara bersama-sama membantu kesulitan masyarakat Kabupaten Bengkalis,” pungkasnya.

Unjuk rasa dan orasi damai yang dilakukan oleh GEMPUR tersebut mendapat pengawalan dari jajaran Polres Bengkalis dan jajaran Kodim 0303/Bengkalis. (juny)

Loading...
Loading...