Minggu | 17 Januari 2021 |
×

Pencarian

OPINI

Kenapa Aku Memilih Lukita…?

LAMUNANKU buyar. Hari yang tenang itu pecah dengan suara teriakan seorang sahabat. Ia datang membawa sebuah kabar. Dengan yakin, sahabat itu mengatakan Pak Lukita ada pertemuan dengan masyarakat Bengkong.

Dan yang terpenting dari informasi yang disampaikan itu adalah kesediaan Pak Lukita. Luar Biasa, bahkan disela kesibukannya untuk mengisi ruang hati masyarakat, ia masih bisa menyempatkan dan ingin bertemu dengan Komunitas Sang Pemimpin (KSP)

Loading...

Sebuah kesempatan berharga yang tidak bisa disia-siakan. Dengan keyakinan, entah kapan datang kesempatan lainnya, beberapa orang anggota KSP menghampiri lokasi.

Setelah selesai acara, KSP mendapat ruang dan waktu khusus untuk berdiskusi bersama #Bpk_Lukita_Dinarsyah_Tuwo. Tak banyak waktu yang diberikan, rencananya hanya 15 menit.

Tanpa tersusun dan terencana dengan baik, diskusi ringan dengan tetap memenuhi standar protokol kesehatan (Prokes) berjalan. Yang awalnya hanya sekitar 15 menit diberi kesempatan, tanpa disadari diskusi semakin hangat bersahabat hingga memakan waktu lebih kurang 1 jam.

Tanpa memandang status sosial, status ekonomi, bahkan dengan tatanan komunikasi yang baik, intelektual dan bersahaja, Lukita memaparkan niat dan ihktiar Luar Biasa membangun Kota Batam ini.

Loading...

Ketika berbicara bidang sosial, pendidikan dan kesehatan, begitu lugas jawaban dan tanggapan atas pertanyaan dan kritikan yang dilontarkan oleh KSP.

Setelah mendengarkan pemaparan itu, KSP hanya bisa menjawab, #KITA_SEPAKAT apa yang Bapak Lukita cita-citakan untuk pembangunan Kota Batam yang kita cintai ini.

Lukita dan Akhiruddin Syah Putra dalam sebuah kesempatan

Ya… Disegala Bidang. Agar tercipta keseimbangan dalam kemajuan teknologi dan kemajuan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Kota Batam semakin baik.

Agar tidak ada lagi masyarakat yang tinggal dan berdomisili di Batam merasa kelaparan. Agar tidak ada lagi anak-anak jalanan yang tidak sekolah.

Agar tidak ada lagi keluhan masalah pelayanan kesehatan. Agar tidak ada lagi orang tua kebingunan menyekolahkan anak-anaknya.

Ya…, itulah komitmen dan kesepakatan dalam ihktiar dan berjuang bersama-sama menuju Batam Bahagia Mendunia.
Diakhir dan penutup diskusi, aku hanya bisa mengakhiri dengan Kalimat Luar Biasa, “Anda Pintar, Bersahaja, Tulus dan Sederhana”.

Penulis: Akhiruddin Syah Purba (Kordinator KSP)

Loading...
Loading...