Jumat | 27 November 2020 |
×

Pencarian

ANAMBAS

Korban Laka Kerja Jembatan Selayang Pandang di Anambas Jadi Perhatian Disnaker Kepri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) menerjunkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) ke Kabupaten Kepulauan Anambas terkait kecelakaaan kerja pembangunan proyek Jembatan Selayang Pandang (SP II).

” Penyelidikan kasus itu, berdasarkan laporan dari Solidaritas Rakyat Anambas ( SRA) yang tergabung dari mahasiswa Anambas di Kepri, serta arahan dari Polda Kepri terkait kecelakaan kerja, ” kata, Aldy Admiral, PPNS Disnaker Provinsi Kepri, saat dikonfirmasi awak media, Kamis, 19 November 2020.

Loading...

Kata dia, sebelum kedatangannya di Kabupaten Kepulauan Anambas, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama pihak Polres Kepulauan Anambas, Disnaker, serta owner pemilik proyek tesebut.

Lanjut, kata dia, upaya tindakan pertama yang dilakukan oleh pihaknya yaitu melaksanakan pemeriksaan tempat kejadian, serta pemeriksaan dokumen data perusahaan pihak terkait, dan nantinya akan disampaikan kepada pimpinan untuk tindaklanjuti.

” Kami mengambil keterangan kepada pihak terkait, seperti pihak manajemen, karena ini menyangkut K3 yang harus kita pastikan betul- betul. Kemudian hak dari korban kecelakaan kerja ini terpenuhi atau tidak, serta memastikan kepada perusahaan jangan ada sampai kejadian serupa kecelakaan kerja di tempat tersebut,” jelasnya.

Dijelaskannya proyek pembangunan Jembatan Selayang Pandang di daerah ini merupakan proyek yang beresiko tingkat tinggi dan harus wajib mengikuti aturan K3 berdasarkan peraturan yang berlaku.

Loading...

Sementara itu, Asep Bambang Kurniawan, selaku PPTK Dinas PUPR Anambas, pihaknya sangat terbuka dan kopratif kedatanagan PPNS Disnaker Provinsi Kepri.

” Dokumen apa saja nanti diminta akan kami serahkan, ini manjadi pelajaran dan catatan kami untuk pekerjaan selanjutnya khususnya terkait K3 nya kita perbaiki lagi, karena jujur untuk di PU sendiri masih banyak kekurangan dan menjadi pengatahuan baru khususnya,”sebutnya.

Sementara itu, Ketua Solidaritas Rakyat Anambas yang tergabung dari mahasiswa Anambas di Kepri, Wan Rendra Virgiawan, berharap agar PPNS Disnaker Kepri yang turun untuk meninjau dan melakukan pemeriksaan Kesehatan dan Kecelakaan Kerja ( K3) pekerjaan pembangunan Proyek SP II sesuai dengan koridor aturan dan transparansi terhadap kemungkinan adanya pelanggaran perusahaan tersebut.

“Kami juga berharap hal ini menjadi atensi publik dan segala lapisan elemen masyarakat supaya kejadian seperti ini tidak menjadi preseden buruk kedepannya untuk keberlangsungan perusahaan yg akan mengerjakan atau beraktivitas di Anambas agar tidak mengabaikan K3 sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia.

” Dan kita juga meminta perusahaan yang bersangkutan legowo serta kooperatif saat dilakukan pemeriksaan oleh PPNS Disnaker Kepri. Dan jika terdapat kesalahan, perusahaan itu memperbaiki kesalahan tersebut dan memenuhi hak-hak para pekerja.

Lanjut dia lagi mengutrakan pihaknya akan terus mengawal dan memobilisasi masyarakat jika terdapat hal-hal saat pemeriksaan yang tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan.

Seperti diketahui sebelumya La Ode Arif Rahman, 18, seorang pekerja proyek pembangunan jembatan Selayang Pandang di daerah ini, mengalami kecelakaan kerja saat hendak memasang pipa falling beton. Dengan kejadian itu ia kehilangan jari kelingking tanganya sebelah kanan.

La Ode Arif Rahman mengatakan saat dia sedang memasang garpu besi dan pipa failing beton, jari kelingking tangan kanannya terjepit pada 3 Agustus 2020 yang lalu.

Lanjut dia lagi mengutarakan PT Ganesha Bangun Riau Sarana sebagai kontraktor pemenang tender belum memberikan asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada dirinya.

Dia mengungkapkan bahwa pihak perusahaan itu tidak pernah menyampaikan hak-haknya yang harus diterimanya saat insiden tersebut.

Usut punya usut ternyata La Ode Arif Rahman belum genap usia 18 tahun. Dirinya tercatat berdomisili di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Dia lahir pada bulan November 2002. (ropi)

Loading...
Loading...