Minggu | 29 November 2020 |
×

Pencarian

BATAM

Meresahkan Warga, DPRD Batam Turun ke Tempat Pemotongan Bangkai Kapal

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sorotan warga terkait aktivitas pemotongan bangkai kapal di sungai Seilekop, Sagulung ditanggapi oleh Komisi III DPRD kota Batam.

Komisi III berencana akan turun ke lokasi pemotongan untuk mendapatkan informasi yang pasti terkait aktifitas tersebut.

Loading...

“Akan kita cek ke lapangan. Kalau memang ada aturan yang dilanggar tentu kita panggil pihak terkait untuk penindakannya,” ujar sekretaris komisi III DPRD kota Batam Arlon Veristo, Rabu (4/11/2020).

Aktivitas pemotongan bangkai kapal sebut Arlon memang ada aturan yang harus dipenuhi termasuk dilakukan di lokasi yang tepat seperti lokasi galangan kapal dan lainnya. Jika berada di tempat yang tidak sesuai maka wajar disoroti warga dan perlu ada penindakan dari instansi yang berwenang.

“Setahu kita kalau aktivitas seperti itu ada aturannya. Kalaupun memang terpaksa atau situasi emergency tetap harus ada pemberitahuan ke pihak yang berkaitan lainnya, karena ini menyangkut kelestarian lingkungan juga. Oli, minyak atau limbah lainnya harus dibuang ke tempat yang sesuai. Jangan sampai limbah ditinggalkan begitu saja di lokasi pengerjaan,” kata Arlon.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan itu, komisi III akan turun melakukan pengecekan di lapangan demi informasi yang pasti terkait sorotan masyarakat tersebut.

Loading...

Seperti yang diketahui masyarakat Kelurahan Seilekop, Sagulung soroti aktivitas pemotongan tugboat TB Naomi dan tongkang Benjamin 11 di hilir sungai Kampung Tua Seilangkai. Masyarakat curiga pemotongan scrab kapal tersebut tidak melalui prosedur yang sah sebab dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Warga berharap ditindak lanjuti instansi pemerintah terkait sehingga aktifitas yang mencurigakan ini tidak berdampak dengan lingkungan sekitar.
“Sudah mau sebulan berjalan (aktifitas pemotongan bangkai kapal) cuman tidak ada kejelasan informasi dari pihak yang memotong. Terkesan sembunyi-sembunyi. Padahal kan ada aturannya kalau mau potong scrab seperti ini. Tidak asal-asalan karena bisa berdampak dengan lingkungan sekitar, apalagi ini sungai,” ujar Hamid, seorang warga.

Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, Aina Solmidas, saat mengakui aktifitas pemotongan scrab kapal tersebut tidak terdaftar dalam pengajian izin pemusnahan kapal. “Kami sudah cek atas nama kapal tersebut, kami juga cek siapa namanya, tapi tidak ada di sistem kami,” kata Aina saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2020). Dengan demikian Ani memastikan aktifitas pemotongan bangkai kapal tersebut illegal dan harus segera ditindak lanjuti. (***)

Loading...
Loading...