Rabu | 27 Januari 2021 |
×

Pencarian

NATUNA

Ubah Jerit Jadi Duit, Ikhlas Suparman Berdamai dengan Pandemi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Suparman bukan manusia super seperti Superman. Ia hanya manusia biasa, yang masih mengeluh saat dilanda masalah. Belum terfikirkan untuk menyelamatkan umat manusia, untuk memikirkan usahanya saja Suparman musti putar otak, agar bisnis kecilnya terus berjalan dan mendapat cuan.

Lelaki berkulit sawo matang itu asli putera daerah Natuna, meskipun namanya terdengar khas bagi lelaki suku Jawa. Saat ini, Ia tengah menekuni bisnis kecil, berjualan makanan tradisional di salah satu destinasi wisata kuliner Natuna, Pantai Tanjung Namanya.

Loading...

“Bawa masker tak bang,” tanya Suparman kepada mediakepri.co.id di kedai kulinernya, Ahad, 1 November 2020 sore.

Lepas menanyakan itu, pria kelahiran tahun 1984 itu lantas berkeliling dari meja ke meja pengunjung di kedainya, untuk menanyakan hal serupa. Tak berselang lama, terdengar silih berganti suara sirine mobil patwal, pertanda Tim Gugus Tugas Covid-19 Natuna tengah beroperasi.

Terlihat, Suparman memberikan selembar masker untuk pengunjungnya. Memberi masker gratis, begitulah bentuk adaptasi Suparman mengakali situasi pandemi.

“Kalau ga begitu nanti orang lari bang, kan di razia kalau ga pakai masker nanti kena sanksi,” ujarnya.

Loading...

Mau tak mau, cara tersebut dilakukan agar konsumen tak resah dan musti pulang lebih awal. Meskipun, memberi masker secara gratis jelas menambah operasional jualannya.

Suparman

Memang, penegakan protokol kesehatan kini lebih tegas di jalankan oleh tim gugus tugas covid-19 Natuna. Pasalnya, wilayah terdepan NKRI ini tak lagi menyandang status zona hijau, setelah tiga orang dinyatakan positif Corona.

“Awalnya menjerit juga karena pengunjung berkurang, orang takut keluar, terus razia masker juga gencar. Cuma kita ga bisa menyalahkan ke tim gugus tugas juga, mereka kan ingin semua masyarakat tidak tertular corona,” tutur Suparman.

Beruntung, Ayah dua orang anak ini mendapatkan Banpres Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp. 2,4 Juta. Ia pun bersyukur, rezeki dari Pemerintah RI itu bisa membantunya menyediakan masker dan tambahan modal usaha.

Selain menekuni bisnis kuliner tradisional, Suparman dan istri juga kompak melakoni bisnis ‘Palugada’. Bermodalkan HP Android dan media sosial, Ita istri Suparman, menjual berbagai macam kebutuhan rumah tangga. Mulai dari baju hingga perkakas dapur, maklum kebanyakan pelanggannya ibu rumah tangga.

Ita menggunakan Media sosial seperti Facebook dan Whatsapp, untuk menawarkan barang dagangan onlinenya. Biasanya ketika pesanan sudah cukup banyak, wanita asal Pontianak Kalimantan Barat ini baru mengordernya ke toko.

“barang sesuai PO (Pre Order), saya ada saudara di Pontianak, nanti dia yang carikan barang pesanannya, kami pun sudah ada langganan toko agen kami disana,” terang Ita.

Nasib baik, kata Ita, di Natuna khususnya Kota Ranai tempat tinggalnya sekarang, jaringan internet 4G sudah memadai. Kehadiran Palapa Ring Barat di Natuna, memang menjadi awal kebangkitan lahirnya bisnis online, di daerah terluar Indonesia berjuluk laut sakti rantau bertuah ini.

“Alhamdulillah sekarang internet sudah 4G di Natuna, Cuma kalau bisa pemerintah bantu lah kuota khusus untuk penjual online,hahaha, ” ucap Ita tertawa.

Bagi Suparman dan istri, Meski keuntungan tak seberapa didapat, yang penting tercukupi kebutuhan di masa pandemi. Apa boleh buat? Toh, mereka hanya mencoba berdamai dengan virus corona. (alfian)

Loading...
Loading...