Sabtu | 21 November 2020 |
×

Pencarian

HEADLINE

Warga Desa Serat Keluhkan Pembangkit Listrik Bekas, Kades: PLN dan ULP Anambas Harus Berikan Penjelasan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Ada sisi bahagia, namun ada juga muncul bagian mengecewakan yang dirasakan masyarakat Desa Serat dengan kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Kepala Desa (Kades) Serat, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Antika keluhkan pengadaan PLTD yang didatangkan ke desanya yang merupakan mesin bekas.

Loading...

Untuk itu, ia meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui ULP Anambas harus merespon dan dapat memberikan penjelasan.

“Listrik merupakan kebutuhan bagi masyarakat agar dapat mendukung sektor pariwisata dan mendorong potensi perikanan. Dengan begitu juga dapat meningkatkan ekonomi warga desa,” kata Antika kepada mediakepri.co.id, Minggu, 15 November 2020

Antika mengatakan daerah kepulauan yang sulit dijangkau, harusnya PLTD yang didatangkan harus terjamin kualitas dan Kapasitas daya. Dengan begitu, tambahnya, mampu memenuhi pasokan listrik dan dapat memberi perubahan dampak positif bagi pelanggan.

“Untuk mekanisme pengadaan, ULP Anambas harus bisa menjelaskan kepada warga, siapakah yang bertanggung jawab terkait pengadaan ini, apakah PLN atau Kementrian Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya.

Loading...

Dijelaskannya, saat didatangkan, dinamo terpisah dengan gulungan dalam. Dan kondisi mesin, terlihat seolah tidak layak pakai. Ketika diperiksa secara detail, katanya, ternyata benar PLTD yang alokasikan itu merupakan mesin bekas.
“Warga protes minta penjelasan. Karena minimnya Informasi terhadap pelaksana kegiatan, saya minta waktu untuk menjelaskan,” ujarnya.

Perihal keluhan warga mengenai kondisi PLTD tersebut dibenarkan Sahril, salah seorang warga desa yang ikut manaikkan mesin tersebut ketika dikonfirmasi mediakepri.co.id beberapa waktu yang lalu.

Namun ia tidak mengetahui mengenai kondisi mesin, karena ia hanya dibayar sebagai transportasi mengangkut PLTD itu sendiri. Diakuinya, ia diupah untuk menyediakan rakit.

Lalu, bersama warga, mereka manaikkan mesin sesuai arahan. Saat menaikan mesin tersebut, katanya, ia kaget melihat bentuk mesin yang terlihat terpisah. Dimana nomor mesin, tidak terlihat saat dicek. Dan ternyata pengadaan PLTD ini bekas. (ropi)

Loading...
Loading...