Minggu | 17 Januari 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Akurasi 90 Persen, Peneliti dari UGM Akan Produksi Alat Diagnosis Covid-19 dengan Harga Terjangkau

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan sebentar lagi peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) akan memproduksi alat diagnosis Covid-19 dengan harga terjangkau secara massal. Menurut Bambang, alat yang dinamakan GeNose itu merupakan pendeteksi termurah dan akurat.

“Perkiraan biaya per pemeriksaan dengan menghitung operator, plastik, maka per tes diperkirakan Rp 15 ribu,” kata Bambang saat dikutip dari tempo.co, Jumat, 11 Desember 2020.

Loading...

Menurut Bambang, GeNose bisa mendeteksi COvid-19 lewat embusan napas. Para peneliti UGM, katanya, sudah menemukan plastik yang bisa menyimpan embusan napas, kemudian langsung dianalisa dengan mesin. Harga satu unit alatnya sekitar Rp 60 juta, tapi bisa dipakai untuk 100 ribu pemeriksaan.

“Ini inovasi yang luar biasa. Pertama alat itu mendeteksi virus itu adanya di saluran pernapasan, itu artinya napas kita mengandung suatu senyawa yang bisa diindikasikan terpapar oleh Covid-19,” kata Bambang.

Waktu pemeriksaan, kata dia, juga membutuhkan waktu cepat. Di mana, saat ia mencoba sendiri, pemeriksaan hanya membutuhkan waktu di bawah 3 menit.

Sedangkan tingkat akurasi alat itu mencapai di atas 90 persen.

Loading...

“90 persen yang mencoba GeNose hasilnya konsisten dengan hasil yang dilakukan swab atau PCR. Jadi kita punya harapan ini bisa menjadi alternatif atau menyeimbangkan pemulihan dan penanganan kesehatannya,” kata dia.

Dia menuturkan pada dasarnya saat ini semua sudah siap untuk diproduksi massal dan siap untuk dipakai. Para pengembang di UGM menyatakan masih ada satu final report yang perlu dimasukkan ke Kementerian Kesehatan agar alat tersebut mendapatkan izin edar.

Pada 24 September lalu, UGM secara resmi menyerahkan alat deteksi Covid-19 melalui embusan napas yang diberi nama GeNose kepada Kemenristek/BRIN.

“Kalau sebelumnya butuh waktu sekitar 3 menit, kemarin saat uji di BIN sudah bisa turun menjadi 80 detik sehingga lebih cepat lagi,” kata anggota tim peneliti GeNose, Kuwat Triyono, di acara Public Expose GeNose: Teknologi Pengendus Covid-19 di Gedung BJ Habibie lantai 24, Jakarta seperti dikutip situs UGM. (*)

Loading...
Loading...