Senin | 25 Januari 2021 |
×

Pencarian

BENGKALIS

BSP Bagi Warga Desa Pambang Pesisir Hanya Berdasarkan Selera Kades, Pasla : Itu Tidak Benar

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkalis – Kades Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Pasla, menyatakan bahwa pembagian Bantuan Sosial Provinsi untuk warga terdampak Covid-19 yang telah dibagikan kepada warganya sudah melalui proses verivikasi dan musyawarah yang melibatkan RT, RW, LPMD dan BPD, bukan berdasarkan selera oknum kepala desa saja seperti yang dihebohkan belakangan ini.

Hal tersebut diungkapkan Pasla untuk menjawab isu yang beredar atas tudingan miring terhadap dirinya, Rabu, 02 Desember 2020.

Loading...

Ia mengatakan, isu yang menuding bahwa pembagian BSP untuk warga Desa Pambang Pesisir berdasarkan selera oknum kades adalah tidak benar alias hoax.

“Saya sangat kesal dengan tudingan tersebut, karena kami punya data-data akurat untuk penerima bantuan BSP.di desa kami,” ungkap Pasla.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya siap mempertaruhkan jabatannya jika bantuan untuk orang-orang tua usia lanjut dan ekonomi lemah yang telah menerima BSP di permasalahkan oleh oknum warganya yang hari ini isteri oknum tersebut juga merupakan salah satu perangkat desa yang bekerja di bawah pimpinannya.

Selanjutnya ia mengimbau kepada semua komponen dan lapisan masyarakatnya agar dapat saling bahu membahu menjemput pembangunan dan bantuan untuk masyarakat Desa Pambang Pesisir.

Loading...

“Sebaiknya jangan saling mencari kesalahan yang pada akhirnya mengorbankan hak dan kepentingan masyarakat banyak. Andai ada informasi yang belum diketahui secara utuh, silakan langsung datang ke kantor desa atau menghubungi dirinya sehingga tidak salah pemahaman,” imbaunya.

Pasla juga menyampaikan, gunakanlah media sosial (medsos) sebagai sarana ke arah yang positif, bukan untuk menimbulkan keresahan yang dapat mengakibatkan perpecahanan. 

Ia menduga bahwa oknum yang telah menyebarkan isu miring tentang dirinya adalah lawan politiknya.

“Saya tau, dulu memang tidak semua masyarakat memilih saya, tapi yang ada saat ini dalam pemikiran saya, semua adalah masyarakat, tidak ada anak tiri dan anak kandung, harus diperlakuan sama rata dan tidak ada perbedaan,” ungkapnya.

Perbedaan pilihan itu adalah hal biasa dalam demokrasi, tapi menurutnya, jangan dijadikan perbedaan tersebut sebagai landasan untuk menghambat kepentingan masyarakat. (juny/tim)

Loading...
Loading...